• Home
  • Under Cover
  • Terungkap, Permainan SIM dari Calo dan MSDC di Satlantas Polresta Medan
Bank Sumut

Terungkap, Permainan SIM dari Calo dan MSDC di Satlantas Polresta Medan

Kamis, 23 Jun 2016 21:09
Dibaca: 2.150 kali
istimewa
Kantor Satlantas Polresta Medan.

DINAMIKARAKYATCOM - Keinginan masyarakat memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) ternyata masih jauh panggang dari api. Pasalnya, mekanisme dan proses pengurusan di Satlantas Polresta Medan sangat membingungkan.

T Sihombing (54), warga Jalan Sei Batang Hari, Medan, mengatakan, tahapan pembuatan SIM di Polresta Medan sangat membosankan dan membingungkan. Selain prosedurnya yang tidak jelas, banyak calo yang berkeliaran membuat warga makin kebingungan.

"Mekanisme pembuatan SIM, mulai dari pendaftaran, registrasi, ujian teori dan praktek hingga ke tahap akhir sangat bertele-tele dan terkesan dikondisikan agar masyarakat mengurusnya melakui calo," katanya, kemarin.

Selain itu, sambung dia, setiap orang yang melakukan registrasi sendiri berdasarkan peraturan atau panduan yang dibuat oleh Satlantas Polresta Medan tidak akan pernah lulus kecuali melalui calo atau oknum petugas.

"Sampai kiamat, kita tidak akan pernah lulus kalau mengikuti prosedur. Karena semua sudah mereka (petugas) tentukan berdasarkan bayaran pemohon," ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya lagi, adanya perusahaan swasta yang khusus mengeluarkan sertifikat mengemudi yang bekerja dengan Satlantas Polresta Medan.

"Namanya Medan Safety Driving Center (MSDC). Perusahaan ini khusus menerbitkan sertifikat. Jika seseorang sudah dapat sertifikat dari perusahaan ini maka Satlantas Polresta Medan akan mengeluarkan SIM pemohon dengan begitu mudah tanpa proses yang membosankan dan bertele-tele," jelasnya.

Dia menambahkan, harga satu buah sertifikat yang ditawarkan MSDC senilai Rp 700 ribu untuk SIM A. Padahal, jika mengikuti panduan yang ada di Polresta Medan, biaya pembuatan SIM A hanya sekitar Rp 150 ribu.

"Rinciannya Rp 125 ribu disetorkan langsung ke Bank dan Rp 25 ribu untuk biaya kesehatan," terangnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan SIM dari Polresta Medan memiliki dua jalur, yakni jalur calo dan melalui MSDC.

"Di luar itu tidak ada yang bisa membantu. Mungkin ini sudah jadi tradisi di Polresta Medan, yang tidak melalui dua jalur itu sampai kiamat pun tidak akan pernah memiliki SIM meskipun mampu mengerjakan soal ujian," terangnya.

Senada dengan Sihombing, Sumarlin Marbun, warga Tembung, juga mengeluhkan hal yang sama. "Aku butuh SIM ini karena sehari-hari perjalananku sangat jauh. Makanya berapapun akan kubayar kepada polisi," katanya.

Menurut Sumarlin, proses pembuatan SIM jika melalui calo atau oknum tertentu tidak butuh waktu lama. Tetapi jika mengikuti prosedur, peserta harus rela mengantre hingga berhari-hari.

"Sudah mengantre, ujian sudah pasti kalah dan itu sengaja, karena aku sudah mengalaminya. Tetapi kalau aku membayar oknum tertentu maka SIM ku akan cepat selesai tanpa perlu mengantre," katanya. (art/drc)

T#g:calomsdcsatlantassim
Berita Terkait
  • Minggu, 18 Des 2016 22:58

    Polda Sumut Periksa Pimpinan Bank Sumut Cabang Kisaran

    DINAMIKARAKYATCOM - Pimpinan Bank Sumut Cabang Kisaran, Isben Hutajulu mengaku bahwa pihaknya dipanggil Penyidik Polda Sumut terkait kasus penggelapan lahan milik Yayasan PMDU dan dugaan pemalsuan ket

  • Minggu, 18 Des 2016 22:12

    Afifuddin Beberkan Kasus Bupati Asahan di Polda Sumut

    DINAMIKARAKYATCOM - Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang dan kawan-kawannya telah dilaporkan ke Polda Sumut karena diduga melakukan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan atau men

  • Senin, 12 Des 2016 21:08

    Polisi Jual Narkoba Ditangkap di Hotel Horison

    DINAMIAKRAKYATCOM - Lima orang terduga kurir narkoba diciduk polisi di Hotel Horison, Jalan Medan-Siantar, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Sabtu (10/12/2016). Satu dari lima tersangka ternyat

  • Senin, 28 Nov 2016 23:36

    Ini Kan Kantor Lembaga Audit Negara, Bukan Warung Kopi

    DINAMIKARAKYATCOM - Muhammad Afifuddin Gurning mengatakan, BPKP Perwakilan Sumut telah dilecehkan oleh instansi di Kabupaten Asahan.Hal itu diketauinya setelah mendapat penjelasan dari Kabid Investiga

  • Kamis, 17 Nov 2016 23:58

    Korupsi Rp 3 Miliar Dituntut 2 Tahun, Berapa Lagi Vonisnya?

    DINAMIKARAKYATCOM - Terdakwa korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit (RS) Perdagangan Kabupaten Simalungun yang juga mantan Direktur Utama Rumah Sakit Amrianto dituntut dua tahun penjara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir