Bank Sumut

Kasus Kridit Fiktif BNI46 Bukti Kegagalan Kejati Sumut

Sabtu, 16 Apr 2016 00:08
Dibaca: 643 kali
Net
Ilustrasi.

DINAMIKARAKYATCOM - Lambannya penanganan perkara Boy Hermansyah tersangka kasus dugaan kredit fiktif BNI46 Cabang Medan tahun 2011 senilai Rp 129, membuktikan gagalnya Kejati Sumut memberantas korupsi di Provinsi Sumatera Utara.

Kejati Sumut anehnya masih menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap tiga terdakwa yang mengajukan banding atas vonis hakim Pengadilan Tipikor Medan tahun 2013 lalu.

Padahal, dalam perkara korupsi tidak ada istilah tarik ulur perkara. Artinya, meski terdakwa mengajukan banding ke MA sudah dipastikan tidak pernah menang. Kasus Boy Hermansyah ini banyak menimbulkan opini publik kepada Kejati Sumut.


Seharusnya pihak Kejati Sumut tidak memberikan kelonggaran kepada Boy Hermansyah sehingga menghilang. Boy pernah DPO dan berhasil ditangkap imigrasi dan diserahkan ke Kejatisu tetapi dibantar dan saat itu Boy kembali menghilang.

Penanganan kasus Boy Hermansyah sepertinya ada intervensi, mengingat kasus ini sudah lama dan belum tuntas kejelasannya. Ini menjadi persoalan Kejati Sumut apakah ada kemauan untuk menyelesaikan atau tidak.

Kasi Penkum Kejati Sumut Bobbi Sandri mengatakan, Kejari Medan yang menangani perkara tengah menunggu
putusan tetap dari proses banding tiga terdakwa yakni Radiyasto mantan pimpinan BNI46 SKM Cabang Jalan Pemuda Medan, Darul Azli mantan Pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis, dan Titin Indriani mantan
Relationship BNI46 SKM Medan.

"Kejaksaan pada intinya siap melanjutkan atau melimpahkan perkara Boy Hermansyah selaku Direktur PT. Bahari Dwi Kencana Lestari sebagai kuasa menjual ke Pengadilan Tipikor Medan. Hanya saja JPU dari Kajari Medan menunggu keputusan tetap dari MA," kata Bobbi Sandri kepada waratwan di ruang kerja, akhir pekan.

Setelah buron selama 4 tahun, tersangka Boy Hermansyah ditangkap oleh pihak imigrasi di Bandar Soekarno Hatta pada Kamis 22 Januari 2015 lalu dan diserahkan ke Polda Sumut lalu ke Kejati Sumut untuk diadili dalam perkara kredit fiktif BNI46 berstatus tahanan kota.

Namun Bobbi tidak menjelaskan Boy Hermansyah dalam status tahanan kota pergi keluar negeri. "Kita (kejaksaan) akan cek soal kebenaran Boy Hermansyah mengalami gangguan jantung," sebut Bobbi.

Sementara Ramli Tarigan selaku Kuasa Hukum Boy Hermansyah menyebutkan, perkara kliennya belum diproses kejaksaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, karena perkara kridit fiktif BNI46 dengan tiga terdakwa belum turun.

"Cuma nunggu perkara BNI, perkara ini (Boy Hermansyah, red) baru naik. Kan biasa itu menunggu kan," katanya.

Ramli mengungkapkan, Kejati Sumut tidak mau kasus ini terjadi seperti perkara di Makasar. "Karena putusan perkara di Makasar bebas. Kan nggak mau lagi. Jadi ditunggunya la ini. Turun ini semua baru itu (berkas Boy Hermansyah) lanjut. Kejati Sumut kan tak mau perkara ini menjadi hutang. Dan perkara ini juga sudah P21," katanya. (art/drc)

T#g:BNI46DPOKejaksaankorupsipolisi
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:51

    Koruptor Pesta Danau Toba Masuk Rutan Tanjung Gusta

    Penahanan dilakukan setelah Kejati Sumut menerima pelimpahan tahap dua dari Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir