• Home
  • Under Cover
  • Eldin dan Akhyar Coba Tenangkan Israel di Hotol JW Marriot, Ada Apa?
Bank Sumut

Eldin dan Akhyar Coba Tenangkan Israel di Hotol JW Marriot, Ada Apa?

Jumat, 16 Sep 2016 22:49
Dibaca: 1.775 kali
istimewa
Walikota dan Wakil Walikota Medan.

DINAMIKARAKYATCOM - Polda Sumut didesak untuk segera menangkap Kepala Dinas Pendidikan Pemko Medan Marasutan Siregar, karena diduga pungli uang penerimaan siswa baru.

Desakan itu disampaikan Kesatuan Supir dan Pemilik Angkutan Umum (Kesper) Sumut terkait adanya dugaan kutipan uang dari para Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK di Medan, pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada 20 Juli 2016 lalu.

"Kami datang berdasarkan undangan Dir Reskrimsus Kombes Pol Toga H Panjaitan, namun kami tidak diterima. Maka kami akan langsung menemui Kapolri dan Mendikbud untuk menyampaikan permasalahan ini, kiranya pak Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anggotnya (Polda Sumut) menindaklanjuti laporan dugaan korupsi yang kami sampaikan," tegas Ketua Kesper Sumut Israel Situmeang kepada wartawan, Jumat (16/9/2016).

Dia menjelaskan, pada tanggal 20 Juli 2016, sedikitnya 70 orang kepala sekolah SMP, SMA dan SMK di Kota Medan, dikumpulkan Marasutan Siregar di Hotel JW Marriot.

Kemudian, satu persatu para kepala sekolah tersebut dipanggil masuk ke kamar 1822 dan setiap kepal sekolah diperintahkan menyetor uang sebesar Rp 25 juta. Penyetoran itu dilakukan dua kali yakni Rp 15 juta dan Rp 10 juta. Pemanggilan para kepala sekolah tidak lama seusai penerimaan siswa baru.

"Saat itu, saya ada di JW Marriot, namun saya tidak bisa masuk ke kamar 1822. Yang mengumpulkan uang
oknum kepala sekolah SMPN 3 Medan," jelasnya.

Dia mengatakan, penyetoran uang itu diakui oleh salah seorang kepala sekolah. "Kepala sekolah itu bilang sama saya, bahwa mereka ada dikutip uang masing-masing Rp 25 juta. Pertama kami sudah setor Rp 15 juta tapi sekarang kami diminta lagi menyetor Rp 10 juta," kata Israel menirukan perkataan oknum kepala sekolah.

Karena tidak diperbolehkan masuk ke kamar 1822, sambung Israel, ia langsung menghubungi Walikota Medan Dzulmi Eldin. Sekitar 15 menit kemudian, Eldin bersama wakilnya Akhyar Nasution tiba di JW Marriot.

"Walikota dan Wakil Walikota berusaha menenangkan saya, dengan alasan akan menindak kepala dinas pendidikan medan. Tapi saya tetap pada pendirian, Kepala dinas pendidikan Marasutan Siregar harus masuk penjara," tegas Israel.

Atas kejadian itu, tambah Israel, pihaknya melapor ke Polda Sumut sekaligus berupaya menemui Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso untuk memaparkan kasus suap tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemko Medan Marasutan Siregar dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat ke nomor handphone 0811652xxx dan 085277647xxx, terkait dugaan pengutipan uang dari para kepala sekolah se-Kota Medan tidak membalas. (art/drc)

T#g:suap
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 15:45

    Terungkap Gara-gara Pembagian Tak Merata

    Kasus dugaan suap ini terungkap gara-gara pembagian uang suap tak merata diterima oleh masing-masing anggota pansus. Ada yang Rp 12,5 juta dan adapula yang Rp 5 juta.

  • Selasa, 24 Jan 2017 14:58

    Istri Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

    Menteri Pertanian mencanangkan gerakan penanaman 50 juta tanam cabai di seluruh Indonesia yang melibatkan Tim Penggerak PKK Pusat dan daerah melalui pemanfaatan pekarangan rumah, sekolah, kantor dan gedung-gedung lainnya.

  • Senin, 23 Jan 2017 21:51

    Terungkap di Persidangan, Politikus PDI Perjuangan Terbanyak Terima Uang Suap

    Dalam persidangan ini terungkap Budiman P Nadapdap paling banyak yang merima uang suap dari bekas Guberur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

  • Senin, 23 Jan 2017 21:27

    Tiga Bekas Pimpinan DPRD Sumut "Kompak" Ngaku Tidak Menerima Uang Ketok

    Mendengar itu para pengunjung sidang terlihat tertawa. Permintaan itu direspon oleh majelis hakim yang diketuai oleh Didik Setyo Handono.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:03

    Politisi PDI Perjuangan Ngaku Takut OTT KPK, Makanya Nolak Uang Suap Rp 280 Juta

    Jadi saya ditawari Rp 280 Juta. Katanya tidak ada kepentingan lain, jadi karena ada sisa uang pengesahan, makanya mau diberikan ke saya.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir