Bank Sumut

Tolak Jatah Menteri, Ini Kata Prabowo

Oleh: Admin
Minggu, 08 Jan 2017 22:14
Dibaca: 265 kali
istimewa
Prabowo Subianto.
DINAMIKARAKYATCOM - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan membantu pemerintah tidak harus memasukkan kader untuk menjadi menteri dalam kabinet.

"Partai Gerindra itu menempatkan kepentingan nasional di atas semua kepentingan. Kalau kita ikhlas membantu untuk kepentingan nasional, tidak harus di dalam kabinet. Di luar kabinet pun kami siap," kata Prabowo seusai Rapat Kader Partai Gerindra di Hall D2 JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017).

Prabowo mengatakan dalam berdemokrasi perlu ada keseimbangan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Karena itu, dia mengisyaratkan Partai Gerindra tetap akan berada di luar kabinet meskipun tidak menutup kemungkinan membantu pemerintah.

"Kalau semua masuk dalam pemerintahan, lalu nanti siapa yang mengkritisi dan mengawasi. Perlu ada keseimbangan antara eksekutif dan legislatif," tuturnya.

Prabowo mengatakan Presiden Joko Widodo akan melihat asas manfaat dalam menempatkan seseorang di kabinetnya. Prabowo yakin Presiden Jokowi paham betul tentang hal itu.

"Biarlah Presiden Jokowi menyelesaikan tugasnya sampai selesei secara baik," katanya.

Tentang pernyataan salah satu pengurus Partai Gerindra yang mengatakan tentang kemungkinan kader partai tersebut duduk sebagai menteri di kabinet, Prabowo mengatakan tidak tahu.

"Mungkin dia yang ingin menjadi menteri," ujarnya. (antara)

T#g:gereindraJokowiprabowo
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 17:12

    Sedih, ABK Indonesia Alami Kondisi Tidak Manusiawi

    Pada saat ini diperkirakan ada terdapat sekitar ratusan ribu warga negara Indonesia yang bekerja di kapal asing.

  • Selasa, 24 Jan 2017 01:20

    Ketum Depalindo Sumut: Alasan Naiknya Biaya Adalah Tidak Tepat

    Kebijakan tersebut tidaklah sesuai dengan konsep tol laut dan nawacita yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

  • Minggu, 22 Jan 2017 23:41

    Tanggapi Kicaun SBY, Ini Kata Jokowi

    Ini bukan hanya menjadi manfaat tapi juga masalah karena banyaknya informasi yang ternyata tidak benar dan justru menjatuhkan.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 16:34

    Seperti Nusron Wahid, Politikus PDIP: Hanya pak SBY dan Tuhan YME yang tau maksud cuitannya

    Ia juga heran, siapa pihak yang berkuasa menyebarkan fitnah dan berita hoax seperti dimaksud SBY.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir