Stop Pukat

  • Home
  • Politik
  • Politikus Golkar: Demokrasi dijalankan setengah hati di Indonesia
Bank Sumut
Minggu, 27 November 2016 | 22:40:43

Politikus Golkar: Demokrasi dijalankan setengah hati di Indonesia

istimewa
Wisuda UPMI.
Share

DINAMIKARAKYATCOM - Wakil Ketua Umum ICMI Prio Budi Santoso mengaku prihatin melihat kondisi bangsa ini karena nilai kebangsaan yang makin meredup disebabkan adanya kepentingan golongan yang mengarah kepada pertikaian politik praktis serta menyulut terjadinya konflik SARA.

Hal itu disampaikan Prio Budi Santoso dalam orasi ilmiah pada acara Wisuda sarja dan pascasarjana Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) di Hotel Danau Toba, Sabtu (26/11/2017) kemarin.

"Alumni dan lulusan UPMI jangan mudah terprovokasi dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI dari kepentingan penguasa yang diktator mayoritas dikarenakan adanya tirani minoritas yang berprilaku sombong sehingga terjadinya aksi demo besar di Jakarta," katanya.


Wisuda dihadiri Ketua Yayasan Hj Nuraini Harahap, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I Sumut Mahriyuni, Sekretaris Aptisi Wilayah Sumut Uchwatul Akhyar, para wakil rektor, dekan, ketua program studi dan jurusan, Direktur Pascasarjana UPMI dan lainnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga menjelaskan, demokrasi bukanlah menghalalkan segala cara tapi hendaknya memperhatikan nilai budaya yang dibangun dari buah kemerdekaan dan perjuangan bersama.

Pasca kemerdekaan RI sampai era reformasi dan transformasi negeri ini mengalami berbagai fase dan perubahan mendasar di segala bidang baik sistem demokrasi, pemerintahan, politik, ekonomi, sosial dan  lainnya.

Namun kebablasan yang terjadi sekarang ini, dimana kondisi saat ini masyarakat mudah tersulut amarah dan gampang emosi sehingga juga menimbulkan permasalahan besar.

"Demokrasi dijalankan setengah hati di Indonesia dan ini kenyataan yang tidak bisa dipungkiri," ujar Prio Budi Santoso yang juga politikus dari Partai Golkar ini.

Sementara Rektor UPMI Ali Mukti Tanjung mengharapkan lulusan UPMI tidak menjadi beban negara tapi membantu mengurangi pengangguran dengan menjadi wirausaha serta mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimiliki.


"Negara sedang dihadapkan berbagai masalah, lulusan UPMI hendaknya tidak menjadi bagian dari masalah tersebut," katanya.

Menurutnya, era masyarakat ekonomi Asean (MEA) perlu persiapan matang agar mahasiswa tidak terlindas dalam persaingan.

"Alumni UPMI harus mampu dan berjuang, tidak menyerah dan berdoa agar segala usaha yang dilakukan berhasil. Untuk itu, lulusan harus semangat dan termotivasi untuk maju dan sukses," harapnya.

Jumlah lulusan wisuda sebanyak 405 orang terdiri dari Magister Ilmu Administrasi (MIA) sebanyak 123 orang, Magister Ilmu Hukum 10 orang, program studi Ilmu Administarasi (S1) berjumlah 57 orang, Ilmu Hukum 86 orang, Manajemen 75 orang, Agroteknologi 27 orang dan Teknik Mesin dan Teknik Sipil 27 orang. (art/drc)

Terkait Lainnya
  • 2 hari lalu

    Miris, Gaji Pribumi Minim Tak Sebanding Dengan Kebutuhan Hidup

    DINAMIKARAKYATCOM - Gaji layak yang diharapkan warga pribumi sebagai pekerja di negeri sendiri sangat miris didapat. Perbedaan gaji sebagai pekejer warga turuna

  • 3 hari lalu

    Adu Jotos Kader Beringin Kuning Hanya Salah Paham

    DINAMIKARAKYATCOM - Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengatakan insiden adu jotos sesama kader Partai Beringin kuning usai aksi "Kita Indonesia", kema

  • 6 hari lalu

    Kader Muda Muhammadiyah Desak Jokowi Copot Nusron Wahid

    DINAMIKARAKYATCOM - Sikap politik Nusron Wahid yang menjadi sorotan publik di kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menimbulka

  • 6 hari lalu

    Polisi Ambil Handphone dan Laptop Kivlan Zein

    DINAMIKARAKYATCOM - Prosedur penangkapan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein oleh polisi dari Polda Metro Jaya, mendapat kritikan dari Ketua Advokat Cinta Tanah Air (

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2016 Dinamika Rakyat. All Rights Reserved