• Home
  • Politik
  • Jaga NKRI, Apel Nusantara Bersatu di Lapangan Benteng Medan
Bank Sumut

Jaga NKRI, Apel Nusantara Bersatu di Lapangan Benteng Medan

Rabu, 30 Nov 2016 23:50
Dibaca: 153 kali
istimewa
Apel Nusantara Bersatu.

DINAMIKARAKYATCOM - Ribuan warga dari berbagai kalangan, pelajar, tokoh pemuda, ulama, dan unsur TNI-Polri, mengikuti Apel Nusantara Bersatu dengan tema Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhineka Tunggal Ika di Lapangan Benteng, Medan, Rabu (30/11/2016).

Peserta apel tampak kompak menggunakan ikat kepala dengan pita merah putih. Termasuk Gubernur Sumut, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Kapolda Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Danantamal I Belawan Laksma Robert Wolter Tappangan, mantan gubernur Syamsul Arifin, Ketua FKPPI Sumut Khairuddin Syah Sitorus (Haji Buyung), Walikota Medan Dzulmi Eldin, Kapolrestabes Medan, Dandim 0201/BS, anggota DPRD, tokoh dan pemuka agama, pimpinan ormas/OKP.

Gubernur Sumut Erry Nuradi mengatakan, arus globalisasi yang diwarnai penggunaan internet dan media sosial (medsos) turut menyumbang kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kearifan lokal.


Sehingga ada sebahagian memandang keragaman dan kebhinekaan yang dimiliki Indonesia sebagai hal yang mau dirusak. Oleh karenanya menjadi tugas kita bersama untuk membentengi upaya yang ingin memecahbelah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mempertahankan NKRI bukan hanya tugas Polri dan TNI, tetapi tugas kita bersama. Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, termasuk FKPPI. Pancasila harus tetap membumi dan menjadi Way of Life bangsa Indonesia," ucap Gubernur.

Erry menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tinggi atas terselenggaranya Apel Nusantara Bersatu yang digagas FKPPI Sumut. Erry berharap kegiatan yang dilakukan ini menjadi contoh dan diikuti oleh elemen-elemen masyarakat lainnya dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Kita patut bersyukur dan berbesar hati bahwa Indonesia memiliki kemajemukan dan toleransi yang tinggi. Apalagi Sumut merupakan miniatur Indonesia dan menjadi rule model dalam penerapan demokrasi dan toleransi," ujar Erry.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung mendukung kegiatan Apel Nusantara Bersatu yang digagas oleh pemuda di Sumatera Utara.

"Ini ide anak muda yang ada di Sumatera Utara, Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhinneka Tunggal Ika. Kami datang sebagai orang tua. Ini harus dilestarikan. Ini kegiatan luar biasa. Indonesia satu tidak akan ada negara manapun yangbisa mengoyahkan. Kita perlu ingat kekuatan Indonesia adalah di Kebhinekaannya. Sehingga itu tidak boleh tercerai-berai," kata Pusung.

Tokoh agama Syekh Ali Akbar Marbun, menuturkan acara seperti ini dapat menumbuhkan rasa keharmonisan masyarakat dan tokoh agama dengan pemerintah.


"Kegiatan ini harus dilestarikan. Lihatlah hari ini masyarakat, Pangdam dan Ulama dengan Kapolda semuanya bersatu. Jadi kita tidak bisa dipecah-pecah orang. Kalau kita bersatu dalam negeri ini yang di luar itu tidak bisa memecahbelah kita. Kita harapkan selalu ini dilestarikan," ujarnya.

Sementara Ketua PD FKPPI Sumut Kharuddin Syah Sitorus mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketentraman dan ancaman terhadap keutuhan NKRI. Apalagi saat ini Indonesia sedang diuji dan sebagai warga negara patut mewaspadai setiap gerakan dan upaya memecah belah bangsa.

"Kita tidak boleh tercerai-berai. Kita harus waspada, jika kita tidak bersatu ancaman itu bisa saja menjadi kenyataan. Sejarah panjang membuktikan bahwa kemerdekaan ini dapat diraih karena bersatu," katanya.

Kegiatan Nusantara Bersatu dirangkai dengan parade Drum Band dari Kodam I BB, dan atraksi budaya menampilkan tarian dari berbagai etnis yang ada di Sumatera Utara. (art/drc)

T#g:gubsunkripangdam
Berita Terkait
  • Jumat, 20 Jan 2017 21:45

    Belasan Massa Serukan Kebhinekaan di Kantor Gubernur Sumut, Sayangnya Tidak Ditanggapi

    Massa GMP NKRI yang dikoordinir Rahmansyah Putra Sirait menyerukan kepada semua elemen bangsa agar tetap pada komitmen kebhinekaan dan setia menjaga persatuan di NKRI berdasarkan pancasila sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban.

  • Jumat, 20 Jan 2017 00:17

    Menurut Tito, Kasus Yang Menjerat Habib Rizieq Merupakan Isu Sensitif

    Kasus-kasus yang menjerat nama pimpinan FPI ini merupakan isu sensitif dan telah dilaporkan di sejumlah daerah.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:16

    Cendikiawan Muslim Tanggapi Tulisan Luhut Panjaitan di Strait Times

    Harusnya Luhut memperhatikan dengan serius bagaimana sikap Trump terhadap umat Islam yang penuh dengan kebencian dan sangat intoleran.

  • Kamis, 19 Jan 2017 18:44

    Imam Besar FPI "Tantang" Ketum PDI Perjuangan Dialog Nasional

    Dirinya siap meminta maaf jika salah paham atas pidato Megawati. Namun dia juga mengimbau Megawati untuk mengklarifikasi pidatonya.

  • Rabu, 18 Jan 2017 22:20

    GIP NKRI Undang Ketua GNPF MUI Tablig Akbar di Masjid Agung Medan

    Langkah ini kita buat sebagai bentuk kesiapan umat islam dalam menjaga NKRI dengan kondisi yang terjadi saat ini.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir