• Home
  • Metropolis
  • Lagi, 14 PSK Cina, 3 PSK Vietnam, 3 PSK Thailand Terjaring Imigrasi
Bank Sumut

Tarif Rp1,5 Juta Hingga Rp5 Juta

Lagi, 14 PSK Cina, 3 PSK Vietnam, 3 PSK Thailand Terjaring Imigrasi

Usia mereka rata-rata 19 hingga 40 tahun
Oleh: Admin
Sabtu, 07 Jan 2017 16:25
Dibaca: 182 kali
istimewa
20 PSK WNA ilegal terjaring Imigrasi Jakarta Barat.
DINAMIKARAKYATCOM - Sebanyak 14 PSK warga negara asing (WNA) Cina ilegal terjaring operasi pengawasan Imigrasi Kelas I Jakarta Barat, Jumat kemarin. Selain itu, juga diamankan 3 PSK WNA Vietnam dan 3 PSK WNA Thailand.

Para wanita tersebut diduga melanggar aturan keimigrasian karena bekerja di tempat hiburan malam dan diduga terlibat prostitusi.

"Mereka datang dengan izin turis, namun di Indonesia bekerja sebagai pemandu karaoke, pijat terapi, dan penari," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat Abdul Rahman, di Jakarta, Sabtu (7/1/2017)

Puluhan wanita tersebut terdiri dari tiga orang warga negera Vietnam, tiga orang dari Thailand, dan 14 orang berasal dari China. Usia mereka rata-rata 19 hingga 40 tahun. "Rata-rata mereka sudah ada di Indonesia selama dua bulan sampai tiga bulan," kata Abdul.

Menurut Abdul, pihak imigrasi menduga para wanita itu melakukan kegiatan prostitusi dengan tarif Rp1,5 juta hingga Rp5 juta.

"Pada operasi penindakan, petugas imigrasi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 20 paspor, telepon genggam, dan alat kontrasepsi," sebutnya.

Penyelidikan kasus, kata Abdul, dilakukan institusinya dan kepolisian untuk mendeteksi kemungkinan adanya mucikari dan orang-orang yang membawa para wanita tersebut ke Indonesia.

Dari operasi rutin yang menyasar tempat hiburan malam, tim penyidik kemudian mengembangkan hingga ke tempat kos-kosan dan tempat hiburan malam di sekitar Grogol.

Kepala Seksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat Benget Steven mengatakan, para PSK WNA yang terjerat tinggal di kawasan Mangga Besar dan mereka bekerja di empat tempat hiburan di wilayah Grogol dan Kota.

Benget menuturkan, para PSK WNA itu berangkat kerja dengan diantar sopir pribadi. Beberapa dari mereka ditangkap saat hendak berangkat kerja, dan sebagian lainnya ketika berada di ruang karaoke.

Para PSK WNA yang terjaring diduga melanggar Pasal 122 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Isi pasal tersebut tentang izin tinggal keimigrasian.

Orang asing yang melanggar keimigrasian dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan atau sanksi pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 500 juta. (cnn/drc)
T#g:cinaimigrasiprostitusipskthailandvietnam
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jan 2017 20:15

    Gubernur Sumut dan Wakil Walikota Medan Hadiri Perayaan Imlek di Konjen RRC

    Akhirnya Gubernur mengucapkan terima kasih atas kerjasama selama ini dan apabila ada kendala agar diadakan pertemuan bersama kembali.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 17:14

    Banyak TKA Cina Ilegal di PLTU Paluh Kuro Belum Tersentuh Hukum

    Proyek PLTU tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2015. Dan salama medio 2016, DPRD Sumut khususnya Komisi D dan E telah berulang kali mendesak pihak imigrasi dan kepolisian untuk meindak, akan tetapi tidak juga dilakukan.

  • Selasa, 17 Jan 2017 21:55

    Rektor UMS Ingatkan Pemerintah Agar Hati-hati Dengan Cina

    Ia berpandangan pemerintah akan lebih baik menjalin kerja sama dengan negara-neagar yang mempunyai lebih banyak modal namun kekurangan tenaga kerja seperti Jerman dan Jepang.

  • Jumat, 13 Jan 2017 20:31

    32 PSK Asing Tarif Rp 4 Juta Diamankan Imigrasi

    Para PSK juga mengaku dibayar Rp 1.750.000 hingga Rp 4.000.000 untuk sekali melayani pria hidung belang.

  • Jumat, 13 Jan 2017 16:20

    Pengurus KPUM Studi Banding ke Cina Untuk Tingkatkan Kemajuan Transportasi

    Saya berkeinginan di Medan atau di Sumatera Utara ada pabrik spare part. Dengan itu suku cadang muda terjangku dengan harga yang murah.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir