Stop Pukat

  • Home
  • Komunitas
  • Santri Pondok Pesantren Diyakini Mampu Bersaing di Era MEA
Bank Sumut
Rabu, 19 Oktober 2016 | 20:59:10

Santri Pondok Pesantren Diyakini Mampu Bersaing di Era MEA

istimewa
Gubernur Sumut bersama ribuan santri pondok pesantren.
Share

DINAMIKARAKYATCOM - Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi menyakini para santri yang belajar di Pondok Pesantren, potensial menghasilkan lulusan yang mampu bersaing menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Dalam era MEA yang sangat keras, saya yakin para santri mampu bersaing, karena di Ponpes selalu diajarkan dan dibiasakan menggunakan berbagai bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan Arab. Ini modal utama untuk terjun ke persaingan global," kata Erry saat menghadiri Silahturahim bersama pimpinan pondok pesantren se Sumatera Utara dan Keluarga Besar Pensantren Darularafah Raya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darularafah Raya di Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Rabu (19/10/2016).

Silahturahim tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016 dan pelepasan duta Sumut untuk Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 di Jogjakarta 24 Oktober 2016.



Di hadapan 2.800 santri, Gubernur Sumut meminta para pimpinan Ponpes, Ustad dan Ustazah pembimbing, serta santri dan dyah dapat meningatkan peran masing-masing dalam kehidupan beragama dan berkebangsaan.

"Saya yakin para lulusan pesantren kelak menjadi calon pemimpin masa depan menggantikan generasi hari ini," cetus Erry.

Saat ini persaingan bukan saja antar sesame provinsi di Indonesia, namun persaingan dengan negara lain di ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam. Salah satu yang menjadi penentu keberhasilan adalah penguasaan bahasa asing.

Pesantren miliki keunggulan untuk mampu menghasilkan lulusan yang disiplin dan memiliki daya saing. Selain ilmu pengetahuan agama, di pesantren diajarkan ilmu pengetahuan umum dan penerapan berbagai bahasa asing.

Pemerintah ke depannya akan memberi perhatian untuk pengembangan pesantren.

"Pemprov Sumut bersama kabupaten bisa memberi perhatian dan bantuan kepada pondok-pondok pesantre yang ada," ujarnya.



"Saya sudah minta Bagian Kesos untuk diskusi dengan badan silahturahmi pesantren tentang program pengembangan yang bisa dilaksanakan pada tahun 2017," tambah Erry seraya menyebut jumlah pesantren di Sumut berkisar 240 ponpes dengan jumlah puluhan ribu santri.

Sementara, Ketua PW NU Sumut Afifuddin Lubis meminta kepada para santri untuk rajin menuntut ilmu dan berdoa.

"Bisa diambil sebagai contoh, Pak Gubernur Erry Nuradi sosok pekerja keras dan rajin menuntut ilmu, rajin berdoa, dan berkat doalah Ia bisa menjadi pemimpin Sumatera Utara," kata Afifuddin.

Para santri dan dyah diharapkan bersungguh-sungguh menjalani pembelajaran di Ponpes. "Manjadda wajjada. Tanamkan niat, kalian adalah pelajar hari ini, namun pemimpin di esok hari. Santri bukan penonton, tapi berjuang untuk kemerdekaan Indonesia," ujarnya. (art/drc)

Terkait Lainnya
  • kemarin

    GNPF MUI Medan Apresiasi Pernyataan Sikap Gubernur Sumut

    DINAMIKARAKYATCOM - Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Medan Prabu Alam memberikan apresiasi atas pernyataan sikap G

  • 2 hari lalu

    Gubernur Sumut Ingatkan Reformasi Keuangan Pemerintah Daerah

    DINAMIKRAKYATCOM - Pemerintah daerah harus mencari cara dan mekanisme untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

  • 2 hari lalu

    Erry Nuradi Penanggung Jawab Satgas Saber Pungli Sumut

    DINAMIKARAKYATCOM - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi membentuk Satgas Saber Pungli sekaligus penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pelayanan

  • 2 hari lalu

    Listrik Terapung Investor Korea di Danau Toba Beroprasi Maret 2018

    DINAMIKARAKYATCOM - Rencana investor asal Korea Environmental Industy dan Technology Instute (KEITI) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di perai

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2016 Dinamika Rakyat. All Rights Reserved