• Home
  • Kerah Putih
  • Wakil Rakyat Gerah, Polisi Segera Usut Korupsi Penerangan Jalan Kota Medan
Bank Sumut

Wakil Rakyat Gerah, Polisi Segera Usut Korupsi Penerangan Jalan Kota Medan

Oleh: Admin
Selasa, 27 Des 2016 23:28
Dibaca: 363 kali
istimewa
Kondisi jalan di Kota Medan, tanpa penerangan lampu jalan.
DINAMIKARAKYATCOM - Polda Sumut segera menangani kasus dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pertamanan Pemko Medan. Penanganan kasus tersebut juga atas pernyataan anggota DPRD Medan.

"Pada prinsipnya, segala bentuk tindak pidana, dalam hal ini indikasi korupsi, Polda Sumut siap menanganinya," ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (28/12/2016).

Sebagai pintu masuk penyelidikan, saran Nainggolan, diharapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan dugaan korupsi tersebut.

"Kita siap menangani (kasus dugaan korupsi Dinas Pertamanan Medan). Kita menunggu laporan dari masyarakat," katanya.


Terpisah, Ketua KMI Medan Muhammad Helmy menegaskan, tak ada alasan bagi penegak hukum, baik polisi maupun jaksa untuk tidak menangani kasus dugaan korupsi di Dinas Pertamanan yang dipimpin Zulkifli Sitepu dan sekretaris Nurli tersebut.

"Ini sudah jadi temuan, dan tidak ada alasan lagi bagi penegak hukum untuk tidak segera menuntaskan kasus itu," tegasnya.

Selain itu, Helmy mewanti-wanti Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk segera melakukan evaluasi terhadap Zulkifli Sitepu dan Nurli. Jika itu tak menjadi perhatian, sama artinya Eldin mendukung dugaan korupsi Dinas Pertamanan.

"Harus jadi perhatian Walikota (Dzulmi Eldin) dong kasus ini. Kalau tidak, maka itu membuktikan kalau dia (Eldin) menutupi 'borok' di pemerintahan yang dipimpinnya. Artinya, baik Eldin dan bawahannya (Zulkifli Sitepu) itu sama saja," tandasnya.


Untuk diketahui, dugaan korupsi Dinas Pertamanan Pemko Medan bak bola liar. Persoalan yang mencuat berawal dari hasil temuan BPK RI Wilayah Sumut, yang bergulir ke kalangan legislator di DPRD Medan.

Anggota Fraksi Hanura DPRD Medan Bangkit Sitepu malah secara tegas dan lugas meminta dugaan korupsi tersebut segera diusut.

"Temuan BPK RI Sumut ini bisa dijadikan pintu masuk aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi di Dinas Pertamanan," tegas Bangkit.

Dia membeberkan, temuan pengadaan material penerangan senilai Rp 3,1 miliar lebih belum termanfaatkan dengan baik, membuktikan kebenaran bila selama ini situasi dan kondisi Kota Medan gelap dan mencekam.

"Saya kasih contohnya. Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tagihannya dibebankan kepada masyarakat. Tapi masyarakat mana yang bisa menikmati. Saya perhatikan masih banyak lampu jalan yang mati khususnya di kawasan pinggiran Kota. Selain rawan kejahatan, suasana di pinggiran menjadi mencekam. Belum lagi soal taman-taman yang dikelola. Tidak ada progresnya saya lihat," bebernya.

Bangkit menyesalkan Walikota Medan Dzulmi Eldin mempertahankan pimpinan SKPD yang tidak memiliki integritas dan kompetensi seperti Zulkifli Sitepu.


"APBD Kota Medan Rp 5 triliun lebih. Artinya kalau SKPD yang menghasilkan PAD bekerja dengan maksimal, saya rasa tahun berikutnya akan meningkat target capaiannya. Dan pendapatan itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lainnya. Apa itu infrastruktur, layanan kesehatan serta pendidikan gratis," pungkasnya.

Berdasarkan hasil audit atas belanja modal serta belanja barang dan jasa tahun anggaran 2015 Nomor 04/LHP/XVIII.MDN/01/2016 yang dikeluarkan BPK RI Wilayah Sumut tanggal 29 Januari 2016 lalu, banyak temuan di Dinas Pertamanan Medan.

Beberapa di antaranya dugaan mark-up sebesar Rp 301.769.500. Kemudian, adanya kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 6.472.294. Yang lebih mencengangkan lagi, pengadaan material penerangan senilai Rp 3,1 miliar lebih belum termanfaatkan dengan baik. (art/drc)
T#g:dprd medan bangkit sitepukorupsi dinas pertamanan medanpolda sumutpolisi usut korupsi pemko medantemuan bpk ri sumutwalikota dzulmi eldin
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 00:09

    Kasus Pencemaran Air Danau Toba, PT Aquafarm dan PT Japfa Dilaporkan ke Polisi

    Laporan tersebut merupakan tindaklanjut dari berbagai upaya yang selama ini dilakukan mereka melalui pengkajian langsung di lokasi, khususnya mengenai kandungan air Danau Toba.

  • Senin, 23 Jan 2017 22:35

    Polda Sumut Persilahkan Tim Kuasa Hukum Lapor ke Komnas HAM

    Polda Sumut mempersilahkan tim kuasa hukum Ketua AMPI Rayon Medan Petisah Rawi dan Raja melapor ke Komnas HAM.

  • Senin, 23 Jan 2017 22:19

    Ketua AMPI Ditembak Mati, Kuasa Hukum: Apakah memang dia harus dieksekusi mati?

    Polisi terlalu gegabah menembak mati Rawi dan menangkap Siwaji Raja.

  • Minggu, 22 Jan 2017 20:57

    Sempat Dibawa ke Kantor, Ketua AMPI Ditembak Mati Polisi, Katanya Melawan Pakai Samurai

    sebelum ditembak mati polisi, Rawi sempat ditangkap terlebih dahulu dan dibawa ke komando. Untuk pengembangan, Rawi dibawa keliling oleh polisi untuk menangkap pelaku lainnya.

  • Minggu, 22 Jan 2017 19:50

    Kata Kapolda, Rawi Melawan Pakai Samurai Saat Ditangkap

    Penyelidikan kasus pembunuhan ini diawali dengan memeriksa kasus percobaan pembunuhan terhadap Kuna sebelumnya.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir