• Home
  • Kerah Putih
  • Tiga Pejabat Dinas Perkim Medan Tersangka Proyek Terminal Amplas
Bank Sumut

Tiga Pejabat Dinas Perkim Medan Tersangka Proyek Terminal Amplas

Kamis, 08 Des 2016 20:26
Dibaca: 1.043 kali
istimewa
Terminal Amplas Medan.

DINAMIKARAKYATCOM - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut tengah melakukan ‎upaya hukum atas kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Terminal Amplas Medan tahun anggaran 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih.

Proyek tersebut dilaksanakan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Pemko Medan. Dalam penyidikannya sudah ditetapkan tiga orang tersangka. Namun penyidik masih menyimpan rapat-rapat dengan alasan untuk mengoptimalkan proses hukumnya.

"‎Sudah ada tiga tersangka. Untuk kepentingan penyidikan kasus, ini belum bisa diekpos ke Media. Nanti akan disampaikan kepada juga media," sebut Kepala Sub Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Yosgernold Tarigan kepada wartawan, Kamis (8/12/2016).


Yos mengatakan sebanyak 20 orang sudah diperiksa sebagai saksi, salah satunya mantan Kepala Dinas Gunawan Lubis selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan sejumlah‎ pejabat lainya yakni Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) dan bendahara Dinas Perkim Kota Medan serta seorang rekanan.

"Beberapa nama sudah diajukan untuk jadi tersangka. Sudah dikantongi tiga nama tersangka," tuturnya.

Ditanyakan kapan ketiga nama tersangka akan diekspos, Yos menjelaskan saat ini tim penyidik tengah melakukan pengembangan dan pengumpulan data.

"Kita berikan support buat tim penyidik agar dapat bekerja fokus dan secepatnya dapat menyampaikan ke publik," jawabnya.

Dugaan korupsi proyek revitalisasi Terminal Amplas ini muncul karena pengerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja sehingga pekerjaan amburadul dan tidak maksimal.


Akan tetapi serah terima pekerjaan telah dilaksanakan. Semula proyek dikerjakan awal September 2015 dan harus selesai akhir Desember 2015.

Pemko Medan menganggarkan proyek revitalisasi Terminal Amplas senilai Rp 10 miliar. Sedangkan untuk revitalisasi Terminal Pinang Baris dianggarkan Rp 8 miliar.

Kejati Sumut tengah menghitung kerugian negara dengan berkoordinasi dengan BPKP Sumut. "Belum, masih dilakukan penghitungan kerugian negera," jelas Yos. (art/drc)

T#g:APBDkorupsi
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:51

    Koruptor Pesta Danau Toba Masuk Rutan Tanjung Gusta

    Penahanan dilakukan setelah Kejati Sumut menerima pelimpahan tahap dua dari Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir