• Home
  • Kerah Putih
  • Putusan MA Bukti Kuat Untuk KPK Tersangkakan Walikota Medan
Bank Sumut

Dugaan Suap Podomoro Deli City

Putusan MA Bukti Kuat Untuk KPK Tersangkakan Walikota Medan

Oleh: Admin
Senin, 09 Jan 2017 22:14
Dibaca: 853 kali
istimewa
Pertemuan aktivis antikorupsi di Kota Medan.
DINAMIKARAKYATCOM - Para aktivis antikorupsi di Kota Medan, mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan Walikota Medan Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap proses izin pembangunan Podomoro Deli City.

"Kita sepakat pada pertemuan ini meminta KPK segera menetapkan Walikota Medan Dzulmi Eldin jadi tersangka," ucap Saharuddin, Koordinator Gerbraksu, di Foodcort Amaliun, Jalan Amaliun, Medan, Senin (9/1/2017).

Hadir dalam pertemuan, Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik, Direktur Yayasan Citra Keadilan Hamdani Harahap, Faisal Nasution Ketua ForSU, Safrizal Elbatubara Presiden GAGAK, Koordinator Peduli Medan Aulia Andre.

Kemudian, Sekretaris LAKI P54 Medan Sugandi Siagian, Munial Koordinator Masyarakat Pesisir, Ansoruddin Amir mantan sekretaris KONI Medan, Peneliti AMDAL Muhammad Salim, Taufik Hidayat Hasibuan Koordintor Rapim dan banyak lagi yang lainnya.

Ketua Yayasan Citra Keadilan Hamdani Harahap selaku penggugat proses perizinan pembangunan Podomoro Deli City mengatakan, putusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan gugatan yang dibuat dikabulkan Mahkamah Agung.

"Kita meminta kepada pihak tergugat segera mematuhi dan menjalankan putusan Mahkamah Agung ini," sebutnya.

Hamdani juga menyampaikan bahwasanya KPK meminta putusan Mahkamah Agung tersebut dijadikan bukti yang menguatkan untuk penanganan kasus dugaan suap proses perizinan pembangunan Podomoro Deli City.

"Saudara kita Saharuddin yang melapor ke KPK diminta untuk mengirimkan putusan (Mahkamah Agung) itu yang saya terima. Ini lagi kita siapkan administrasinya (putusan MA) untuk dikirim ke KPK," terangnya.

Sementara, Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik mengatakan Walikota Medan Dzulmi Eldin sudah tidak pantas memimpin Kota Medan. Tidak ada bukti nyata Eldin dalam pembangunan Kota Medan, baik secara fisik apalagi mental dan moral.

"Eldin sudah selesai. Kota Medan kini semakin terpuruk, harus ada gerakan kongkrit dari masyarakat jika ingin melihat Kota Medan ini bagus. Infrastruktur semakin hancur, hanya sebagian kecil yang terakomodir, sebagain besar lagi dikorupsi. Eldin juga sudah membuat umat islam marah, tablik akbar Habib Rizieq di Masjid Agung, padahal panitia sudah meminta di Lapangan Benteng dan Lapangan Merdeka," ujarnya.

Putusan Mahkamah Agung, lanjut Azhari, menjadi bukti bahwa Dzulmi Eldin gagal sebagai Walikota Medan yang berpihak kepada masyarakat.

"Apalagi yang kita harapakan dari Eldin, lebaih baik kita ikhlaskan dia (Eldin) ditangkap KPK," tegasnya. (art/drc)
T#g:korupsikpkpodomorosuap
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 15:45

    Terungkap Gara-gara Pembagian Tak Merata

    Kasus dugaan suap ini terungkap gara-gara pembagian uang suap tak merata diterima oleh masing-masing anggota pansus. Ada yang Rp 12,5 juta dan adapula yang Rp 5 juta.

  • Selasa, 24 Jan 2017 14:58

    Istri Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

    Menteri Pertanian mencanangkan gerakan penanaman 50 juta tanam cabai di seluruh Indonesia yang melibatkan Tim Penggerak PKK Pusat dan daerah melalui pemanfaatan pekarangan rumah, sekolah, kantor dan gedung-gedung lainnya.

  • Selasa, 24 Jan 2017 00:18

    Kejati Sumut Tunggu Berkas Tersangka TKBM Lainnya dari Kejagung

    Alasannya masih menunggu pelimpahan berkas dan tersangka lainnya dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, agar pelimpahan dilakukan bersamaan ke PN Medan.

  • Senin, 23 Jan 2017 21:51

    Terungkap di Persidangan, Politikus PDI Perjuangan Terbanyak Terima Uang Suap

    Dalam persidangan ini terungkap Budiman P Nadapdap paling banyak yang merima uang suap dari bekas Guberur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

  • Senin, 23 Jan 2017 21:27

    Tiga Bekas Pimpinan DPRD Sumut "Kompak" Ngaku Tidak Menerima Uang Ketok

    Mendengar itu para pengunjung sidang terlihat tertawa. Permintaan itu direspon oleh majelis hakim yang diketuai oleh Didik Setyo Handono.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir