• Home
  • Kerah Putih
  • Politisi PDI Perjuangan: OTT yang dilakukan Polda Sumut sangat memalukan
Bank Sumut

Politisi PDI Perjuangan: OTT yang dilakukan Polda Sumut sangat memalukan

Oleh: Admin
Minggu, 08 Jan 2017 23:20
Dibaca: 619 kali
istimewa
Sutrisno Pangaribuan.
DINAMIKARAKYATCOM - Politisi PDI Perjuangan  Sutrisno Pangaribuan mengatakan OTT yang dilakukan penyidik Tipikor Polda Sumut sangat memalukan.

"Baru kali ini ada OTT tak ada tersangka, kesannya hanya menakut-nakuti saja. Saya justru berasumsi OTT ini berkaitan dengan pergantian tahun," kata Sutrisno, Minggu (8/1/2017).

Pergantian tahun yang dimaksud anggota DPRD Sumut ini adalah, anggaran yang dimiliki Polri saat ini dirasa masih kurang banyak. Sehingga perlu ada anggara tambahan.

"Arahnya sudah pasti ke anggaran, mungkin Polda Sumut butuh anggaran tambahan. Saya hanya mengingatkan saja, jika Polri butuh anggaran silahkan berkomunikasi dengan DPR nanti kita akan bantu, namun harus benar-benar butuh," cetusnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkapakan Direktur Reskrimsus Kombes Pol Toga H Panjaitan tidak memberikan laporan secara komprehensif atas penanganan kasus dugaan Korupsi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo.

Sepekan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT), penyidik Tipikor Polda Sumut belum mampu menemukan dua alat bukti untuk menetapkan lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) Disdik Karo menjadi tersangka.

"Memang sampai saat ini penyidik belum ada meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Sepertinya Dir Krimsus belum memberikan laporan komprehensif ke saya soal itu," kata Rycko, Minggu (8/1/2017).

Menurutnya, laporan komprehensif yang dimaksud adalah lokasi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), sumber anggaran, alokasi anggaran, jumlah kerugian yang dimaksud belum ada diterima mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, termasuk perkembangan kasusnya sudah sejauh mana dilakukan.

"Saya belum diberitahu soal detail penyelidikan itu. Yang saya tau berdasarkan laporan direkturnya hanya soal OTT saja. Tindaklanjutnya belum ada laporan," ujarnya singkat. (art/drc)
T#g:dprdsukorupsikrimsuspnspoldasusutrisno
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 00:18

    Kejati Sumut Tunggu Berkas Tersangka TKBM Lainnya dari Kejagung

    Alasannya masih menunggu pelimpahan berkas dan tersangka lainnya dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, agar pelimpahan dilakukan bersamaan ke PN Medan.

  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir