• Home
  • Kerah Putih
  • Polda Sumut Sepertinya Kesulitan Tangani OTT Korupsi BOS Pendidikan Karo
Bank Sumut

Polda Sumut Sepertinya Kesulitan Tangani OTT Korupsi BOS Pendidikan Karo

Oleh: Admin
Rabu, 04 Jan 2017 22:54
Dibaca: 340 kali
istimewa
Kantor Polda Sumut.
DINAMIKARAKYATCOM - Polda Sumut kesulitan mendalami dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan Karo. Keterangan lima orang yang terjaring OTT dan belum ditetapkan sebagai tersangka selalu membantah.

Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut AKBP Dedi Kurnia mengatakan, penyidik masih melakukan audit internal guna mendalami kasus dugaan korupsi dana BOS tersebut.

"Mereka berdalih (membantah) kalau uang tersebut merupakan dana pertanggungjawaban olimpiade. Kita tetap menyita barang bukti," kata Dedi, Rabu (4/1/2017).

Menurutnya, uang yang menjadi bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) masih dipertanyakan. "Uang itu alasan mereka untuk bayar honor-honor," katanya.

Memang, sambung Dedi, penyidik tidak melakukan penahanan terhadap lima orang tersebut. Namun, perkara itu tetap dilanjutkan.

"Audit internal tadi untuk melihat ada kerugian atau tidak. Kalau memang (honorer) itu sudah dibayar, berarti itu uang setankan," tambahnya.

Sejauh ini, lima orang yang ditangkap dalam OTT bertahan dengan pernyataannya uang tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Namun, penyidik menemuai ke janggalan.

"Kegiatannya bulan Maret sampai April sudah selesai. Sementara, Desember kok masih ada duit sisa lagi. Alasan Bendahara mereka, uang merupakan pertanggungjawaban yang ditunda," terangnya.

Kata Dedi, sejauh ini penyidik sudah menyita sejumlah dokumen. "Akan kita panggil pihak-pihak yang diduga terlibat. Bendahara dan Kadis (Disdik Karo), juga akan dipanggil. Minggu depan akan dilakukan," tandas dia.

Diketaui, lima orang ditangkap oleh Satgas Saber Pungli Polda Sumut di Kafe Simole, Kabanjahe, Tanah Karo, Rabu (28/12/2017) lalu. Namun kelimanya tidak ditahan dan tidak jadi tersangka.

Yang ditangkap PNS bernisial BG selaku Plt Kepala SMPN 4 Kabanjahe, EP Guru Sekolah SMPN 1 Kabanjahe, EW Tata Usaha (TU) SMPN 1 Kabanjahe, dan FJG staf Pendidikan Mengenah, Dinas Pendidikan Karo, serta seorang wali murid SMPN 1 Kabanjahe berinisial TS.

Satgas Saber Pungli Polda Sumut menyita uang senilai Rp 170.110.000, enam unit handphone, dokumen dan dua blok kwitansi. (art/drc)
T#g:dinas pendidikan karokorupsiPemkab Karopolda sumutsaber pungli
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Minggu, 22 Jan 2017 20:57

    Sempat Dibawa ke Kantor, Ketua AMPI Ditembak Mati Polisi, Katanya Melawan Pakai Samurai

    sebelum ditembak mati polisi, Rawi sempat ditangkap terlebih dahulu dan dibawa ke komando. Untuk pengembangan, Rawi dibawa keliling oleh polisi untuk menangkap pelaku lainnya.

  • Minggu, 22 Jan 2017 19:50

    Kata Kapolda, Rawi Melawan Pakai Samurai Saat Ditangkap

    Penyelidikan kasus pembunuhan ini diawali dengan memeriksa kasus percobaan pembunuhan terhadap Kuna sebelumnya.

  • Minggu, 22 Jan 2017 18:56

    Otak Pelaku Ditangkap, Pembunuh Pengusaha Air Softgun Dibayar Rp 2,5 Miliar

    Motif pembunuhan ada dendam pribadi tersangka kepada korban. Tersangka tidak terima dengan kata-kata korban yang menyakiti hatinya.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir