• Home
  • Kerah Putih
  • Pengamat: Apa dasar hukum Polda Sumut menangkap PNS Disdik Karo
Bank Sumut

Pengamat: Apa dasar hukum Polda Sumut menangkap PNS Disdik Karo

Oleh: Admin
Minggu, 08 Jan 2017 23:16
Dibaca: 578 kali
istimewa
Toga H Panjaitan.
DINAMIKARAKYATCOM - Pengamat hukum dari Pusat Studi Hukum dan Pembaruan (PusHpa) Muslim Muis menyebut, dalam mengungkap kasus korupsi penyidik seharusnya sudah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan.

"Ini kasus kan OTT, dalam sejarah KPK yang melakukan OTT. Pasti ada yang ditetapkan sebagai tersangka di antara orang yang terjaring," kata Muslim, Minggu (8/1/2017).

"Itu artinya, penyidik sudah memiliki dua alat bukti permulaan yang cukup dan keterangan saksi untuk menetapkan seseorang itu menjadi tersangka. Pertanyaanya, mengapa dalam kasus ini lima PNS tertangkap tangan, tetapi penyidik tidak punya bukti," tambahnya.

Muslim kemudian mempertanyakan penyidik, dasar untuk menjaring atau menangkap kelima PNS tersebut apa? Jika pada akhirnya penyidik tidak bisa membuktikan pelanggaran hukum yang dilakukan kelima PNS Disdik
Karo tersebut.

"Apa dasar hukumnya (Penyidik) menjaring orang itu? Apa karena PNS Disdik Karo itu sedang membawa uang dalam jumlah besar? Lantas, jika ada seorang petani yang baru saja menjual kerbau atau hasil pertaniannya lalu membawa uang dalam lima karung goni, penyidik Tipikor menangkapnya? Itu aneh, sepertinya zaman ini sudah kembali ke zaman jahiliyah lagi," ujarnya.

Ia meminta, dalam kasus ini kelima PNS Disdik Karo harus menggugat penyidik Tipikor Polda Sumut, sebab apa yang sudah dilakukan para penyidik Polri itu sudah tidak mengedepankan Equality before the law atau persamaan hak di mata hukum.

"Polri sudah melanggar azas praduga tak bersalah dan sudah mengedepankan kekuatan istitusi serta tidak menjadikan hukum sebagai panglima. Ini harus dihentikan, kelima PNS Disdik Karo itu harus menggugat Kapolda Sumut, Direktur Krimsus Polda Sumut. Jika tidak, berarti kelima PNS itu ada indikasi 'bermain mata' dengan penyidik," sebutnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkapakan Direktur Reskrimsus Kombes Pol Toga H Panjaitan tidak memberikan laporan secara komprehensif atas penanganan kasus dugaan Korupsi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo.

Sepekan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT), penyidik Tipikor Polda Sumut belum mampu menemukan dua alat bukti untuk menetapkan lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) Disdik Karo menjadi tersangka.

"Memang sampai saat ini penyidik belum ada meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Sepertinya Dir Krimsus belum memberikan laporan komprehensif ke saya soal itu," kata Rycko, Minggu (8/1/2017). (art/drc)
T#g:korupsikrimsuspnspoldasu
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 00:18

    Kejati Sumut Tunggu Berkas Tersangka TKBM Lainnya dari Kejagung

    Alasannya masih menunggu pelimpahan berkas dan tersangka lainnya dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, agar pelimpahan dilakukan bersamaan ke PN Medan.

  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir