• Home
  • Kerah Putih
  • Khawatir Ulangi Perbutan, KPK Diminta Umumkan Tersangka Baru Anggota DPRD Sumut
Bank Sumut

Khawatir Ulangi Perbutan, KPK Diminta Umumkan Tersangka Baru Anggota DPRD Sumut

Kamis, 01 Des 2016 22:25
Dibaca: 551 kali
istimewa
Kantor DPRD Sumut.

DINAMIKARAKYATCOM - Supervisi pencegahan korupsi yang dilaksanakan KPK atas terungkapnya mega korupsi dan suap bekas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho pada anggota DPRD Sumut, ternyata tidak memberikan efek jera.

Contohnya, dugaan suap Rp 320 juta kepada Anggota Pansus PAD Komisi C dan dugaan suap paket proyek Rp 70 milir Dinas Binamarga Sumut kepada Komisi D DPRD Sumut.

Sehingga sangat wajar jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengumumkan nama-nama Anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka.


"Kekhawatir kita selama ini terbukti, dugaan suap Pansus PAD Komisi C dan dugaan suapa proyek ke Komisi D sebagai contoh mengulangi perbuatan yang sama. Jadi kita minta KPK segera umumkan nama-nama tersangka baru anggota DPRD Sumut," ujar Ketua Presedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto, melalui telepon seluler, Kamis (1/12/2016).

Rosisyanto menyarankan, KPK jangan hanya terfokus pada anggota DPRD Sumut priode yang lalu, tetapi juga pada priode 2014-2019 sekrang harus ditetapkan sebagai tersangka. Anggota DPRD Sumut priode 2014-2019 juga menerima suap dari bekas gubernur Gatot Pujo Nugroho.

"Suap itu terjadi sampai awal 2015. Jadi anggota DPRD Sumut priode 2014-2019 juga menerima suap, bohong mereka jika membantah tidak menerima suap dari Gatot. Buktinya yang baru-baru (anggora dewan) ada yang mengembalikan uang ke KPK. Ini perbuatan yang sama mereka lakukan tahun 2016, terima suap dari dinas pendapatan dan dinas binamarga," terang Rosisyanto.

KPK, lanjut Rosisyanto, harus menetapkan anggota DPRD Sumut sebanyak-banyaknya jadi tersangka biar tidak mengulangi perbuatan yang sama.


"Munafik semua mereka (Anggota DPRD Sumut), KPK harus tersangkakan mereka semua, biar ada efek jera bagi anggota dewan priode berikutnya, biar Sumut bebas koruptor, saat ini belum," tegas Rosisyanto.

Diketahui, KPK telah menetapkan 12 anggota DPRD Sumut priode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka suap bekas Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

Masing-masing mereka yang sudah tersangka di KPK yaitu Ajib Shah, Saleh Bangun, Sigit Pramono Asri, Kamaluddin harahap, Chaidir Ritonga.

Kemudian, Zulkifli Efendi Siregar, Budiman Nadapdap, Muhammad Afan, Parluhutan Siregar, Zulkifli Husain, Bustami HS, dan Gutur Manurung. (art/drc)

 

T#g:korupsikpksuap
Berita Terkait
  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:51

    Koruptor Pesta Danau Toba Masuk Rutan Tanjung Gusta

    Penahanan dilakukan setelah Kejati Sumut menerima pelimpahan tahap dua dari Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:03

    Politisi PDI Perjuangan Ngaku Takut OTT KPK, Makanya Nolak Uang Suap Rp 280 Juta

    Jadi saya ditawari Rp 280 Juta. Katanya tidak ada kepentingan lain, jadi karena ada sisa uang pengesahan, makanya mau diberikan ke saya.

  • Kamis, 19 Jan 2017 20:26

    Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman Akui Terima Uang Suap Rp 25 Juta

    Ketua DPRD Sumut Wagirim Arman saat ditanya penuntut umum mengaku hanya menerima uang Rp 25 juta dan sudah dikembalikan ke KPK.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir