Bank Sumut

Kejati Sumut Masih Tutupi Status Tersangka Gunawan Lubis

Jumat, 09 Des 2016 22:23
Dibaca: 879 kali
istimewa
Gunawan Lubis, mantan Kadis Perkim Pemko Medan.

DINAMIKARAKYATCOM - Penyidik Pidsus Kejati Sumut mengakui ada keterlibatan mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Medan, Gunawan Lubis dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Terminal Amplas tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih.

Namun, penyidik masih menutup status Gunawan Lubis sebagai tersangka. "Kita lihat lah, kalau kesitu (Gunawan sebagai tersangka), kita akan transparan. Kawan-kawan media bisa memantau proses penyidikan yang kita lakukan," tutur Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sumut Iwan Ginting saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/12/2016).

Iwan Ginting enggan membeberkan secara detail soal status yang akan disandang mantan orang nomor satu di Dinas Perkim Kota Medan itu. Dengan alasan masih fokus dengan proses penyidikan yang dilakukan pihak Kejati Sumut.


"Bagaimana faktanya (keterlibatan Gunawan), kita akan verifikasi lagi," jelas Iwan Ginting.

Begitu juga, Iwan Ginting menutup rapat terhadap identitas tiga tersangka dalam kasus ini. Meski penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah menetapkan tiga nama tersangka.‎

"Jangan dulu, nanti melarikan diri lagi tersangkanya seperti kasus Bank Sumut. Terakhir jadi utang pekerjaan kita sekarang. Pastinya, akan kita sampaikan kepada media. Tapi, sabar dulu yah," ujarnya.

‎Dengan penuturan Iwan Ginting, bisa disimpulkan dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan oleh penyidik Kejati Sumut, diduga salah satu tersangka dalam kasus ini adalah Gunawan Lubis sang mantan Kadis Perkim Kota Medan. "Kita sudah melakukan ekspos internal (untuk penetapan tersangka)," cetusnya.


Lanjut Iwan Ginting menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara (PKN). Untuk PKN ini, penyidik bekerjasama dengan akuntan publik. Bukan berkordinasi dengan auditor BPKP Sumut.

"‎Penanganan penyidikan saat ini, menunggu perhitungan kerugian negara (PKN). Kita menggunakan akuntan publik untuk PKN-nya‎," jelasnya.

Selain itu, penyidik Kejati Sumut sudah melakukan pengecekan fisik proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas langsung terjun ke lokasi bersama tim ahli dari Politeknik Medan. "Cek fisik sudah kita lakukan," katanya.

Iwan Ginting mengatakan bahwa kerugian negara sementara mencapai Rp 500 juta. "Itu hasil cek audit fisik kita lakukan. Untuk keseluruhan PKN-nya menunggu hasil audit," sebutnya. (art/drc)

T#g:korupsi
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 00:18

    Kejati Sumut Tunggu Berkas Tersangka TKBM Lainnya dari Kejagung

    Alasannya masih menunggu pelimpahan berkas dan tersangka lainnya dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, agar pelimpahan dilakukan bersamaan ke PN Medan.

  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir