• Home
  • Kerah Putih
  • Karena Libur, Kasus Korupsi Terminal Amplas Medan Dilanjut Usai Tahun Baru
Bank Sumut

Karena Libur, Kasus Korupsi Terminal Amplas Medan Dilanjut Usai Tahun Baru

Oleh: Admin
Kamis, 29 Des 2016 21:46
Dibaca: 129 kali
istimewa
Terminal Amplas Medan.
DINAMIKARAKYATCOM - Penyidik Kejati Sumut kembali menjadwalkan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Terminal Amplas yang dikerjakan oleh Dinas Perkim Pemko Medan. Rencananya pemeriksa dilakukan pada Januari 2017.

"Karena libur, saksi-saksi dan ketiga tersangka akan dipemeriksa kembali usai tahun baru ini," ujar ‎Kasubsi Humas Penkum Kejati Sumut Yosgernold Tarigan kepada wartawan, Kamis, (29/12/2016).

Meski menyebutkan tiga tersangka, tetapi Kejati Sumut masih menyimpan rapat-rapat identitas ketiganya‎.

"Kita tunggu semua sudah jelas. Baik kerugian negara. Kemudian alat-alat bukti yang baru dan keterangan saksi-saki, termasuk tersangka. Baru kita publis nama tersangka," jelasnya.
Kejati Sumut beralasan diumumkannya nama ketiga tersangka di media, akan menghalangi proses hukum dan penyidikan yang dilakukan.

"Bisa saja tersangka kabur, menghilang barang bukti dan memperlambat proses hukum yang tengah dilakukan," tuturnya.

Kejati Sumut mengakui proyek revitalisasi Terminal Amplas yang dikerjakan oleh Dinas Perkim Pemko Medan, amburadul dan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Rrevitalisasi Terminal Amplas sumber APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih.

"Jadinya, banyak pekerjaan yang tidak sesuai kontrak. Belum selesai sudah dilakukan serah terima. Dan, ada melanggar peraturan daerah (Perda) pada pengerjaan proyek dan serah terima itu," sebutnya.
‎Tim penyidik Pidsus Kejati Sumut bersama tim saksi ahli dari Politeknik Medan sudah melakukan cek fisik bangunan langsung ke Terminal Amplas.

‎"Penyidik sudah melakukan cek fisik bersama tim ahli dari Politeknik Medan untuk menghitung peritem kerugian yang tidak sesuai dengan kontraknya," jelasnya.

Cek lokasi yang dilakukan untuk bahan dasar penghitungan kerugian negara, yang dilakukan oleh akuntan publik. "Politik Medan cuma menghitung secara fisik, untuk kerugian negaranya, pastinya penghitungan dilakukan akuntan publik," kata Yos.

Pemko Medan menganggarkan revitalisasi Terminal Amplas senilai Rp 10 miliar. Sedangkan revitalisasi Terminal Pinang Baris dianggarkan Rp 8 miliar. (art/drc)
T#g:apbd medankejati sumutkorupsi perkim medankorupsi terminal amplas
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:51

    Koruptor Pesta Danau Toba Masuk Rutan Tanjung Gusta

    Penahanan dilakukan setelah Kejati Sumut menerima pelimpahan tahap dua dari Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut.

  • Kamis, 19 Jan 2017 00:16

    Kejati Sumut Siapkan Dakwaan Tersangka Pungli di Pelabuhan Belawan

    Tersangka Sabiran Ansar akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan dalam waktu dekat ini.

  • Senin, 16 Jan 2017 23:26

    Kejari Medan Keluarkan DPO Koruptor SMK Negeri Binaan Pemprov Sumut

    Kejari Medan sudah memburuh keberadaan Imam Baharianto hingga ke Yogyakarta dengan sistem jemput paksa.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir