• Home
  • Kerah Putih
  • Alasan Berpindah-pindah, Kejati Sumut Kewalahan Nangkap DPO Bank Sumut
Bank Sumut

Alasan Berpindah-pindah, Kejati Sumut Kewalahan Nangkap DPO Bank Sumut

Oleh: Admin
Jumat, 30 Des 2016 00:44
Dibaca: 103 kali
dinamikarakyat.com
Kantor Bank Sumut.
DINAMIKARAKYATCOM - Tim gabungan Pidsus dan Intelijen Kejati Sumut kewalahan meringkus dua DPO dugaan korupsi Bank Sumut.

Keduanya masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bank Sumut Zulkarnain dan Direktur CV Surya Pratama Haltatif selaku rekanan‎.

‎"Menurut informasi Intelijen Kejati Sumut, keduanya hidup atau tinggalnya berpindah-pindah tempat dan selama DPO ini tidak memiliki tempat tinggal tetap," ujar Kasubsi Humas Penkum Kejati Sumut Yosgernold Tarigan, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/12/2016).

Sejak dikeluarkannya status DPO untuk kedua tersangka, sudah tiga bulan kedua tersangka buron dan tinggal secara berpindah-pindah. Kejati Sumut mengakui kesulitan untuk membekuk kedua DPO tersebut.

Yos menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pencarian keduanya di Medan hingga ke Jakarta‎. Namun, belum membuahkan hasil.
"Seperti Haltatif, sudah kita cek dan pantau terus rumah pribadinya di Medan. Kemudian, kita datangi tempat usaha mobil rentalnya di Jakarta. Kita kejar juga di rumah kerabatnya di Langkat, juga tidak ada. Untuk Zulkarnain sama juga dilakukan sampai kita cari ke Kota Tebingtinggi juga tidak ada," jelasnya.

‎Kejati Sumut memastikan keduanya masih berada di Sumatera Utara dengan berpindah-pindah tempat tinggal di sejumlah daerah.

"Karena diburuh ini lah mereka seperti itu. Ada ketakutan jadi tinggal mereka berpindah-pindah agar tidak diketahui oleh kita," katanya.

Selain pencarian kedua tersangka, Kejati Sumut juga sudah melakukan pencekalan keluar negeri dengan berkordinasi dengan pihak Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Sumut.

"Kita juga berkordinasi pada Kejagung dan Kejari se-Indonesia serta menyebar poster gambar kedua tersangka itu," tuturnya.
Di sisi lain, Kejati Sumut belum melimpahkan‎ tersangka mantan Kepala Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan ke Pengadilan Tipikor Medan, usai menyerahkan diri, Jum'at (21/12/2016).

"Ada keterangan mau digali dari Irwan Pulungan. Makanya, belum kita limpahkan sampai sekarang," sebut‎nya.

Yos mengatakan, penyidik telah menemukan petunjuk baru dalam kasus ini. Dari fakta-fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, dari dua terd‎akwa M. Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum PT Bank Sumut‎, M. Yahya yang tengah menjalani persidangan.

"Ada fakta persidang, yang mau digalikan kepada Irwan Pulungan," jelasnya, tanpa memberitahu secara detail petunjuk fakta-fakta persidangan tersebut.

Yos juga menuturkan bahwa masa tahan Irwan Pulungan sudah diperpanjang. Dipastikan pelimpahan berkas dan siap diadili pada bulan Januari 2017. "Habis tahun baru lah dilimpahkan, setelah sudah digali keterangannya (Irwan Pulungan)," tuturnya. (art/drc)
T#g:dpo bank sumutkejati sumutkorupsi bank sumut
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Jan 2017 21:19

    Kembali, Dua Saksi Korupsi Terminal Amplas Diperiksa Kejati Sumut

    Dengan itu sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum, sehingga ‎revitalisasi Terminal Amplas sumber dari APBD Pemko Medan tahun 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih terindikasi korupsi dan merugikan negara.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:51

    Koruptor Pesta Danau Toba Masuk Rutan Tanjung Gusta

    Penahanan dilakukan setelah Kejati Sumut menerima pelimpahan tahap dua dari Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut.

  • Kamis, 19 Jan 2017 00:16

    Kejati Sumut Siapkan Dakwaan Tersangka Pungli di Pelabuhan Belawan

    Tersangka Sabiran Ansar akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan dalam waktu dekat ini.

  • Senin, 16 Jan 2017 23:26

    Kejari Medan Keluarkan DPO Koruptor SMK Negeri Binaan Pemprov Sumut

    Kejari Medan sudah memburuh keberadaan Imam Baharianto hingga ke Yogyakarta dengan sistem jemput paksa.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir