• Home
  • Hukum
  • Sidang Suap Gatot, Politisi Gerindra Akui Terima Uang Ketok Tiga Kali
Bank Sumut

Sidang Suap Gatot, Politisi Gerindra Akui Terima Uang Ketok Tiga Kali

Oleh: Arif Tampubolon
Kamis, 05 Jan 2017 21:52
Dibaca: 299 kali
istimewa
Gatot Pujo Nugroho, bekas Gubernur Sumut.
DINAMIKARAKYATCOM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan marah kepada saksi dari Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra Muliani yang tidak jujur dalam persidangan kasus suap bekas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kepada anggota DPRD Sumut sebesar Rp 61 miliar, Kamis (5/1/2017).

Sidang yang beragendakan mendengar keterangan saksi anggota dewan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, yakni Muliani, Tian Togur Damanik, Yan Sahrin, Hamamisul, Candra Sirait dan Ricard.

Dalam kesaksiannya, Muliani mengatakan dirinya hanya menerima uang ketok tiga kali dengan jumlah keseluruhan Rp 65 juta. Dan dirinya sudah mengembalikan uang tersebut Rp 20 juta.

"Saya hanya terima 65 juta dan sudah saya kembalikan 20 juta, sisanya akan saya bayar nyicil yang mulia," ucap Muliani dihadapan majelis hakim Didik.

Namun saat ditanya perihal lain terkait dirinya menerima uang tersebut, siapa yang memberi dan lainnya. Dirinya mulai mengatakan lupa. "Saya lupa majelis hakim," ucapnya.

Kemudian Hakim marah karena beberapa pertanyaan hakim, saksi hanya mengatakan lupa. "Saksi ini banyak lupa. Asal jangan lupa bernafas saja ya saksi," ucap hakim.

Saat ditanya hakim soal kesaksian dari saksi yang juga hadir yakni Ketua Fraksi Golkar, Yan Sahrin perihal Muliani yang menerima uang Rp 100 juta. Dia membantah. "Saya tidak ada menerima uang 100 juta dari Pak Yan," papar Muliani.

Hakim kembali marah dengan pernyataan Muliani yang dinilai tidak mau jujur. "Saya lihat saksi para anggota dewan saling tidak jujur dalam persidangan ini," ucap hakim. (art/drc)
T#g:dprd sumutgatot pujo nugrohogubsusuapsuap gatottipikor medan
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Jan 2017 17:14

    Banyak TKA Cina Ilegal di PLTU Paluh Kuro Belum Tersentuh Hukum

    Proyek PLTU tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2015. Dan salama medio 2016, DPRD Sumut khususnya Komisi D dan E telah berulang kali mendesak pihak imigrasi dan kepolisian untuk meindak, akan tetapi tidak juga dilakukan.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:03

    Politisi PDI Perjuangan Ngaku Takut OTT KPK, Makanya Nolak Uang Suap Rp 280 Juta

    Jadi saya ditawari Rp 280 Juta. Katanya tidak ada kepentingan lain, jadi karena ada sisa uang pengesahan, makanya mau diberikan ke saya.

  • Kamis, 19 Jan 2017 20:26

    Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman Akui Terima Uang Suap Rp 25 Juta

    Ketua DPRD Sumut Wagirim Arman saat ditanya penuntut umum mengaku hanya menerima uang Rp 25 juta dan sudah dikembalikan ke KPK.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir