• Home
  • Hukum
  • Pakain Dinas Lengkap, Polisi Acungkan Pistol dan Aniaya Pedagang
Bank Sumut

Pakain Dinas Lengkap, Polisi Acungkan Pistol dan Aniaya Pedagang

Oleh: Admin
Rabu, 11 Jan 2017 23:33
Dibaca: 113 kali
Net
Ilustrasi.
DINAMIKARAKYATCOM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhan hukuman percobaan selama setahun kepada seorang anggota Polri Bripka Ricky Anton.

Ia terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pemukulan ‎terhadap korban Herlina Tambunan (39) yang merupakan pedagang ikan di Pasar Pringgan.

"Memutuskan, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan dengan masa percobaan selama satu tahun," ucap majelis hakim diketuai oleh Morgan Simanjuntak, Rabu (11/1/2017).

Dalam kasus ini, hukum sangat berpihak kepada oknum polisi yang sebelumnya bertugas ‎di salah satu Polsek di Kabupaten Pakpak Bharat, itu selama proses penyidikan hingga persidangan tidak dilakukan penahanan dan hukumannya hanya percobaan saja diberikan hakim.
‎Majelis hakim menjerat terdakwa dengan pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang Penganiayaan. Usai membacakan vonis, hakim Morgan kembali menjelaskan maksud putusan tersebut kepada terdakwa.

"Jadi saudara dihukum percobaan satu tahun dan tidak boleh melakukan tindak pidana selama masa hukuman itu. Kalau terdakwa kembali melakukan tindak pidana akan dihukum selama empat bulan penjara," ujar hakim kepada terdakwa.

Usai sidang, Herlina Tambunan mengaku tidak puas dengan putusan hakim. "Tidak puas lah, dia memukul wanita melakukan kekerasan, apa lagi saat saya jualan. Dia juga saat itu pakai baju dinas dengan senjata," ujar Herlina.

Penganiayaan itu terjadi 25 September 2015 lalu. Tanpa sebab yang jelas, terdakwa mendatangi korban yang berjualan dan memukulinya.
"Dia datang ke Pajak Peringgan untuk memukul saya. Bibir saya dipukul, pecah, perut bagian kiri saya tergores. Dia dengan pakaian lengkap bawa pistol ancam tembak, saya ditodong pistol. Kaki saya ditendang pakai sepatunya, ada visumnya," katanya sambil menunjukkan foto hasil penganiayaan terdakwa.

Pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis, salah satu yang dinilai majelis hakim meringankan terdakwa, penganiayaan terdakwa dipicu karena korban lebih dulu menyiramkan air kepada terdakwa.

Namun korban membantahnya. "Mana ada dia (terdakwa) kena cipratan air. Awal kejadiannya, seminggu sebelumnya, mamaknya kena cipratan air saja. Rupanya terus mengadu ke anaknya, si Ricky itu. Itulah datang dia dari Pakpak Bharat ke Medan dianiayanya saya," ungkap Herlina.

Sementara JPU Nur Ainun menuntut terdakwa dengan hukuman 6 bulan kurangan penjara. Dia juga menjelaskan bahwa terdakwa saat kejadian merupakan salah satu personel Polsek di Pakpak Bharat dan saat ini bertugas di Medan. "Dia baru saja pindah bertugas di Medan," ucapnya sambil berlalu. (art/drc)
T#g:pedagangpengadilan medanpolisivonis
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Jan 2017 23:43

    Massa Pendemo Ramadhan Pohan di PN Medan Bantah Aksi Bayaran

    Pernyataan itu tidak benar, dan mencemarkan nama saya pribadi dan lembaga yang selama ini aktif memperjuangkan keadilan dan kesamaan di mata hukum.

  • Rabu, 18 Jan 2017 21:42

    Isap Sabu di Hotel Kelas Melati, Politisi PDI Perjuangan Dituntut 3 Tahun 6 Bulan

    Politisi PDI Perjuangan ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

  • Selasa, 17 Jan 2017 21:40

    Massa Demo "Bentrok" Dengan Humas PN Medan, Ramadhan Pohan: Tuhan Tidak Tidur

    Massa memaksa bertemu dengan Ketua PN Medan untuk menyampaikan tuntutan agar PN Medan melakukan penahan terhadap Ramadhan Pohan dan Savita Linda Panjaitan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan mencapai Rp 15,3 miliar.

  • Selasa, 17 Jan 2017 20:45

    Ramadhan Pohan Optimis Mejelis Hakim Jeli Melihat Fakta Persidangan

    Kasus tersebut sudah dituntut di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dalam kasus perdata.

  • Selasa, 17 Jan 2017 00:42

    Mau Sholat Subuh, Ibu Korban Lihat Duda Anak Satu Bugil di Kamar Anaknya

    Ibu korban terkejut melihat terdakwa bugil di kamar putrinya yang sedang tertidur pulas di rumahnya, Jalan Garu IIB, Medan.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir