• Home
  • Hukum
  • Demi Adik dan Orangtua, Anak Langkat Duduk di Kursi Pesakitan Pengadilan Medan
Bank Sumut

Demi Adik dan Orangtua, Anak Langkat Duduk di Kursi Pesakitan Pengadilan Medan

Oleh: admin
Kamis, 22 Des 2016 22:52
Dibaca: 71 kali
Net
Ilustrasi.
DINAMIKARAKYATCOM - Isa Maulidin alias Muhammad Iqbal (25), terdakwa illegal fishing ternyata merupakan tulang punggung keluarga. Enam bulan belakangan ini ia bekerja sebagai nelayan untuk menutupi kehidupan ekonomi orangtuanya.

Hal ini terdakwa ungkapkan saat memberikan keterangan di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (22/11/2016).

Pria berkulit hitam ini mengaku sejak, enam bulan belakangan ini bekerja sebagai nelayan di perairan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, demi menghidupi kebutuhan adik dan kedua orangtuanya.

Isa rela mengais rupiah demi rupiah mencari ikan di laut. Namun, cara Isa menangkap ikan ternyata menyalahi aturan.  


Polisi Perairan Pangkalan Brandan, Langkat, memergoki Isa saat menangkap ikan secara ilegal dengan menggunakan pukat hela berpalang beam trawl di perairan Sei Lepan, 24 November 2016 lalu. 

Dari kesaksiannya, Isa mengaku sampan yang ia gunakan mencari rezeki milik majikannya dengan dilengkapi pukat hela berpalang beam trawl. Jenis pukat yang dilarang digunakan untuk menangkap ikan di laut.

Dari segi penghasilan, ia menuturkan cerita pahit sebagai nelayan yang berpenghasilan tidak layak dari kata cukup. Terkadang, hasil tangkapan di laut tak mampu mencukupi kebutuhan adik dan orangtuanya.

"Sampan itu punya toke saya. Penghasilan Rp 150 ribu per hari, itu masih kotor. Belum lagi uang minyaknya, paling sedikit satu hari saya cuma Rp 30 per hari. Kadang pun gak bergaji, cuma capek-capek badan aja," ujar Isa.

Kini, tak ada lagi yang menjadi tulang punggung keluarganya. Nasibnya dipertaruhkan hingga berapa lama hukuman yang diberikan majelis hakim padanya.

Ia mengaku, perbuatannya melanggar aturan. Begitu pun, jalan tersebut ia lalui lantaran demi kehidupan orangtua dan adiknya.


"Saya tahu gak boleh pakai pukat, Pak Hakim. Tapi karena awak kerja sama orang, toke pun bilang pakai yang itu (pukat hela) saja dulu, nanti diganti, ya saya bisa apa," keluhnya.

Mendengar pengakuan Isa, seorang ibu paruh baya meyakinkan majelis hakim kalau seorang terdakwa yang mereka sidangkan merupakan tulang punggung keluarganya.

"Tulang punggung keluarga kami ini, Pak Hakim. Tolonglah kasihani kami, Pak. Kami ini orang susah, kata ibu berjilbab cokelat muda yang belakang diketahui merupakan orangtua terdakwa.

Hakim kemudian mencoba menenangkan wanita paruh baya tersebut. Ia menyarankan agar menghormati proses hukum yang sedang dijalani anaknya. "Sabar ya, Bu. Yang salah tetap dihukum," kata hakim.

Dari penuturan tiga Polisi Perairan Polres Langkat masing-masing Agus, M. Ritonga dan Didi Supriadi yang dihadirkan sebagai saksi menyebut, kala itu pukul 09.00 WIB, ketiganya berangkat dari kantor.

Setelah tiga jam berlayar, petugas melihat Isa Maulidin berada di atas sampannya sedang menarik ikan dengan pukat.


"Bukan hanya terdakwa saja yang kami lihat saat itu, tapi ada beberapa. Namun, saat kami datangi, banyak yang kabur. Hanya terdakwa yang tidak kabur, karena saat itu dia sedang menarik tangkapannya," kata Agus di hadapan majelis hakim diketuai Fahren.

Saat kapal petugas mendekat ke sampan Isa, petugas melihat pria berkulit hitam ini bersama seorang ABK sedang menarik hasil tangkapannya seberat 4 kilo. Hasil tangkap berupa ikan kecil, dan berbagai jenis udang halus serta kerang.

"Dia ini berangkat pagi pulang sore. Kalau desanya kami kurang tahu yang pasti masih di sekitar Brandan," sambung M. Ritonga.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andrew Sembiring mendakwa Isa Maulidin melanggar Pasal 9 subsider Pasal 85 UU No 45 Tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (art/drc)‎
T#g:ilegal fishingpemkab langkatpengadilan medan
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Jan 2017 23:43

    Massa Pendemo Ramadhan Pohan di PN Medan Bantah Aksi Bayaran

    Pernyataan itu tidak benar, dan mencemarkan nama saya pribadi dan lembaga yang selama ini aktif memperjuangkan keadilan dan kesamaan di mata hukum.

  • Rabu, 18 Jan 2017 21:42

    Isap Sabu di Hotel Kelas Melati, Politisi PDI Perjuangan Dituntut 3 Tahun 6 Bulan

    Politisi PDI Perjuangan ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

  • Rabu, 18 Jan 2017 00:04

    Erry Apresiasi Bupati Langkat Tetap Lestarikan Adat Budaya Melayu

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat para pendahulunya. Dan hal tersebut telah dilakukan Bupati Langkat Ngogesa yang juga turut melestarikan adat budaya.

  • Selasa, 17 Jan 2017 23:33

    Bupati Langkat Tetap Dukung Tengku Erry Jadi Gubernur Sumut

    Namun, bila Pak Tengku Erry sudah tidak bisa lagi menjabat Gubsu sesuai peraturan dan undang-undang, maka Pak Tengku juga harus siap mendukung saya jadi Gubernur.

  • Selasa, 17 Jan 2017 21:40

    Massa Demo "Bentrok" Dengan Humas PN Medan, Ramadhan Pohan: Tuhan Tidak Tidur

    Massa memaksa bertemu dengan Ketua PN Medan untuk menyampaikan tuntutan agar PN Medan melakukan penahan terhadap Ramadhan Pohan dan Savita Linda Panjaitan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan mencapai Rp 15,3 miliar.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir