• Home
  • Hukum
  • Buat Malu, Hamamisul dan Ricard Saling Bantah di Sidang Suap Gatot
Bank Sumut

Buat Malu, Hamamisul dan Ricard Saling Bantah di Sidang Suap Gatot

Oleh: Admin
Kamis, 05 Jan 2017 22:13
Dibaca: 279 kali
istimewa
Gatot Pujo Nugroho, bekas Gubernur Sumut.
DINAMIKARAKYATCOM - Anggota DPRD Sumut Hamamisul bersaksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan Didik. Ia mengakui bersama Ricard diminta teman-teman anggota dewan lainnya mengambil uang untuk diberikan kepada semua anggota dewan.

"Saya bersama Ricard, dan saya diutus teman-teman anggota dewan untuk menjumpai Muliadi dari Pak Fuad Lubis dan kami ditunggu diparkiran mobil kantor Gubsu. Dan kemudian ada yang mengantar uang ke kami. Tapi siapa orangnya saya tidak kenal," ucap Hamamisul di persidangan, Kamis (5/1/2017).

Hamamisul mengatakan dirinya pertama dikasih uang senilai Rp 1,5 miliar yang diambilnya bersama Ricard dari suruhan Fuad Lubis.

"Setelah saya terima uang tersebut, saya bawa ke Hotel Kanaya dan di sana sudah menunggu Murni Munthe, Zulkifli Husein, Fitri. Dan bersama saya juga Ricard, kami masukan uang itu dalam kresek hitam senilai 50 juta. Itu saya kasih kepada anggota dewan yang tidak duduk lagi periode selanjutnya," paparnya.

Lanjut dia, karena uang itu kurang sesuai janji Pak Fuad, keesokan harinya Hamamisul kembali ditelpon lagi dan dikasih sama Pak Zul uang Rp 1 miliar.

"Saya kembali masukan lagi uang itu di kresek plastik, untuk dikasih kepada teman-teman dewan yang belum terima. Tapi karena masih kurang dan keesokannya lagi Pak Fuad kasih uang 1 miliar lagi jadi total saya terima untuk teman-teman 3,5 miliar," bebernya.

Diakuinya, dirinya mengutamakan memberikan dana bagi semua anggota dewan yang tidak duduk lagi diperiode berikutnya. Dirinya juga menyebutkan karena dia yang memberikan uang jadi dia mengambil uang tersebut Rp 100 juta.

"Saya yang serahkan uang itu, tapi karena terlalu banyak sama saya jadi tidak saya serahkan satu persatu tapi saya titipkan. Tapi banyak yang kasih langsung. Uang yang saya ambil sudah saya serahkan ke KPK," jelasnya.

Majelis hakim Didik juga menanyai saksi dari Fraksi Golkar Ricard yang ikut menemani Hamamisul mengambil uang. Namun dibantah Ricard.

"Saya tidak tahu soal uang ketok, saya tidak pernah pergi sama Pak Hamamisul dan yang dikatakannya itu tidak ada," kilah Ricard.

Menurutnya, dirinya tidak pernah ke Hotel Kanaya dan memasukan uang Rp 50 ke kresek hitam.

"Saya tidak tahu Hotel Kanaya dan soal uang 50 juta itu saya tidak pernah masukan. Dan saya tidak tahu uang yang diterima di mobil dari Pak Fuad," pungkasnya.

Mendengar itu majelis hakim kemudian menanyakan gimana ini saksi Hamamisul, keterangan anda dibantah oleh saksi Ricard.

"Saya tidak bisa memaksakan dia (Ricard) untuk mengakui semuanya. Itu terserah dia, tapi saya sudah bersumpah tadi yang mulia," pungkas Hamamisun.

Kemudian majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan sembilan orang saksi dari jaksa penuntut umum. (art/drc)‎
T#g:dprd sumutgubsusuapsuap gatottipikortipikor medan
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Jan 2017 17:14

    Banyak TKA Cina Ilegal di PLTU Paluh Kuro Belum Tersentuh Hukum

    Proyek PLTU tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2015. Dan salama medio 2016, DPRD Sumut khususnya Komisi D dan E telah berulang kali mendesak pihak imigrasi dan kepolisian untuk meindak, akan tetapi tidak juga dilakukan.

  • Jumat, 20 Jan 2017 23:14

    Pekan Depan Berkas Korupsi Pesta Danau Toba Masuk Tipikor Medan

    Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memeroses pembuatan surat dakwaan untuk tersangka Kepala Bappeda Simalungun Jan ‎Wanner Saragih.

  • Kamis, 19 Jan 2017 23:19

    Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PTKI Medan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Ketiga terdakwa telah bekerjasama dalam satu perusahaan. Pengerjaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga tidak dilakukan sesuai ketentuan. Proses pelelangan tidak sesuai peraturan.

  • Kamis, 19 Jan 2017 21:03

    Politisi PDI Perjuangan Ngaku Takut OTT KPK, Makanya Nolak Uang Suap Rp 280 Juta

    Jadi saya ditawari Rp 280 Juta. Katanya tidak ada kepentingan lain, jadi karena ada sisa uang pengesahan, makanya mau diberikan ke saya.

  • Kamis, 19 Jan 2017 20:26

    Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman Akui Terima Uang Suap Rp 25 Juta

    Ketua DPRD Sumut Wagirim Arman saat ditanya penuntut umum mengaku hanya menerima uang Rp 25 juta dan sudah dikembalikan ke KPK.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir