• Home
  • Hukum
  • Bantu Proses Aborsi, Bidan Ayu Dituntut 18 Bulan Penjara
Bank Sumut

Bantu Proses Aborsi, Bidan Ayu Dituntut 18 Bulan Penjara

Oleh: Admin
Rabu, 11 Jan 2017 23:53
Dibaca: 119 kali
Net
Ilustrasi.
DINAMIKARAKYATCOM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut seorang bidan muda Ria Ayu Lestari dengan hukuman 18 bulan penjara. Terdakwa ikut serta membantu proses aborsi kandungan di Klinik Mulia, Jalan Medan-Binjai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

"Meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini supaya memutuskan, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Ria Ayu Lestari selama 1 tahun 6 bulan," ucap Kadlan Sinaga selaku JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sabarulina Ginting di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/1/2017).

JPU Kadlan Sinaga menegaskan, bahwa terdakwa Ayu terbukti melanggar Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa dan penasehat hukumnya.

Dalam kasus ini, dua terdakwa lain yakni dr Jihar Sinaga dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan Erikson Sinaga dituntut 3 tahun penjara.
JPU meyakini kedua terdakwa ditangkap polisi saat melakukan aborsi terhadap Lisda Br Harahap yang lagi hamil 3 minggu pada tanggal 9 Mei 2016 lalu. Dari kedua terdakwa ditemukan baskom penuh gumpalan darah dan peralatan medis untuk aborsi.

Saksi korban mengakui, sebelum ke Klinik Budi Mulia terlebih dahulu dirinya berobat ke Klinik Ridho di Jalan Medan-Binjai KM 12, Sei Semayang, Sunggal. Saat itu, korban merasa sakit perut ditangani dr Nova.

Tapi setelah diberi obat, korban malah pendarahan. Kemudian, dr Nova menyarankan korban berobat ke Klinik Budi Mulia yang lokasinya tidak jauh dari Klinik Ridho.
 
Menurut korban, setelah ditangani dr Jihar Sinaga di Klinik Budi Mulia, akhirnya praktek aborsi itu berhasil diungkap aparat kepolisian. Selain dr Jihar, turut diamankan dr Erikson Sinaga selaku pemilik Klinik Budi Mulia berikut Ria Ayu Lestari bidan di klinik tersebut.
Dokter Nova membantah memberi obat jenis sikotek (obat yang bisa menggugurkan janin). Nova mengaku hanya memberi obat paracetamol dan hetamosul. "Obat itu hanya memberi pereda rasa sakit pada perut," ujarnya.

Namun, korban pernah bertanya minta kandungannya digugurkan, tapi dr Nova tidak menyanggupinya. Polisi menemukan gumpalan darah di dalam baskom saat melakukan penggerebekan di Klinik Budi Mulia.

Saat melakukan penggerebekan, polisi mendapati dr Jihar dibantu seorang bidan melakukan aborsi di dalam Klinik Budi Mulia. Sedangkan dr Erikson sedang menangani pasien tidak jauh dari tempat persalinan tersebut.  (art/drc)
T#g:aborsijpupengadilan medanvonis
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Jan 2017 22:06

    Sambil Memeluk Alkitab, Terdakwa Pembunuh Bayi Terduduk Lemas Divonis 12 Tahun

    Dian dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan kekerasan dan kekejaman terhadap bayi yang berumur 6 hari bernama Gabriel Wate hingga menyebabkan kematian.

  • Rabu, 18 Jan 2017 23:43

    Massa Pendemo Ramadhan Pohan di PN Medan Bantah Aksi Bayaran

    Pernyataan itu tidak benar, dan mencemarkan nama saya pribadi dan lembaga yang selama ini aktif memperjuangkan keadilan dan kesamaan di mata hukum.

  • Rabu, 18 Jan 2017 21:42

    Isap Sabu di Hotel Kelas Melati, Politisi PDI Perjuangan Dituntut 3 Tahun 6 Bulan

    Politisi PDI Perjuangan ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

  • Selasa, 17 Jan 2017 21:40

    Massa Demo "Bentrok" Dengan Humas PN Medan, Ramadhan Pohan: Tuhan Tidak Tidur

    Massa memaksa bertemu dengan Ketua PN Medan untuk menyampaikan tuntutan agar PN Medan melakukan penahan terhadap Ramadhan Pohan dan Savita Linda Panjaitan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan mencapai Rp 15,3 miliar.

  • Selasa, 17 Jan 2017 20:45

    Ramadhan Pohan Optimis Mejelis Hakim Jeli Melihat Fakta Persidangan

    Kasus tersebut sudah dituntut di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dalam kasus perdata.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir