Bank Sumut

Tari Maena Nias Pecahkan Rekor MURI

Senin, 28 Nov 2016 00:18
Dibaca: 155 kali
istimewa
Tari Maena Nias.

DINAMIKARAKYATCOM - Pesta Ya'ahowu Ono Niha yang digelar di 4 kabupaten dan 1 kota di Kepulauan Nias berjalan sukses dan meriah dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI) untuk tarian kolosal Maena (tari Maena Nias).

Tarian kolosal maena dengan jumlah peserta 5.047 tersebut dilaksanakan di Taman Ya'ahowu Jalan Pelabuhan Lama, Pasar Luaha, Kota Gunung Sitoli, ditutup oleh Gubernur Sumut Erry Nuradi, Sabtu (26/11/2016) malam.

Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan Haru Tamtomo, Tokoh Masyarakat Nias Mayjen (Purn) TNI Cristian Zebua, Pimpinan SKPD Pemprovsu, Forum Kepala Daerah sekepulauan Nias, Forkopimda sekepulauan Nias, tokoh adat, tokoh agama dan ribuan masyarakat.


Gubernur Erry Nuradi bersama Ketua TP PKK Sumut Evi Diana mendapat kehormatan menutup acara yang merupakan ajang promosi kebudayaan dan pariwisata di Kepulauan Nias.

Erry mengatakan Kepulauan Nias memiliki destinasi wisata yang tidak hanya diminati oleh turis domestik tetapi juga oleh turis mancanegara. Tidak hanya kaya akan wisata baharinya, Kepulauan Nias juga dikenal dengan atraksi budayanya seperti lompat batu.

Oleh karenanya tidak salah jika Pemprov Sumut memiliki komitmen untuk memajukan dunia pariwisata dengan mengalokasikan anggaran Rp 100 juta kepada kabupaten kota yang menggelar kegiatan untuk mempromosikan dunia pariwisata.

"Kita sudah berkomitmen memberikan stimulus kepada daerah-daerah yang menggelar even-even seperti ini sebesar Rp 100 juta. Tolong sampaikan kepada Pak Menteri, langkah kami ini hendaknya direspon Kementerian Pariwisata dengan hal yang sama. Tolong sampaikan ke Pak Menteri ya Pak Deputi. Tentunya pariwisata di Sumut akan semakin maju jika mendapat dukungan dari Kementerian," ujar Erry disambut dengan tepuk tangan masyarakat.

Diakui, saat ini dunia pariwisata di Kepulauan Nias masih belum bisa diandalkan untuk pendapat asli daerah (PAD). Karena berdasarkan catatan BPS jumlah turis ke Kepulauan Nias masih dibawah 25 ribu orang pertahun.

Namun jika potensi tersebut dapat digali maksimal maka pendapatan dari sektor pariwisata di Kepulauan Nias patut diperhitungkan.

"Untuk itu perlu dukungan semua pihak termasuk juga masyarakatnya. Masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama mari saling bahu-membahu. Pemprov Sumut akan tetap mendukung setiap kegiatan pariwisata di Sumut. Termasuk juga perbaikan infrastruktur. Tapi saya cukup salut dan bangga dengan Walikota Gunung Sitoli yang saya lihat pembangunan di sini cukup pesat," ujar Erry.

Tokoh masyarakat Nias Mayjen Purn Cristian Zebua mengaku bangga dengan pelaksanaan Pesta Ya'ahowu Ono Niha yang digelar karena sempat terhenti di tahun 2006.

Cristian berharap pemerintah pusat dan provinsi terus mendukung agar Kepulauan Nias masuk ke dalam 10 destinasi wisata di Indonesia.


"Kepada pemerintah jangan tanggung-tanggung memberi dukungan. Kepada kepala daerah, pesta ini menjadi modal agar Nias semakin dikenal. Ini harus dipertahan dan ditingkatkan. Kepada anak-anak muda semangat belajar. Darah macan kita yang selalu mau perang ini harus dirubah menjadi berprestasi. Tetap bersatu dengan meminta pertolongan tuhan. Tidak ada yang mustahil dengan pertolongan Tuhan," ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman berharap kegiatan Pesta Ya'ahowu menjadi agenda tahunan. Karena dengan kegiatan tersebut maka Kepulauan Nias akan terpromosikan.

Dadang pun mengaku kalau Kementerian Pariwisata sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang mempromosikan dunia pariwisata.

"Kalau dilihat potensi jelas ada. Tinggal diidentifikasi ikonnya apa. Semakin banyak ikon semakin dikenal. Misalnya baharinya, kebudayaannya, atau wisata buatan. Semuanya harus punya masterplane. Kalau sudah punya mari kita bicarakan selanjutnya mau diapakan. Kami senantiasa mendukung dan menfasilitasi kegiatan-kegiatan ini," pungkasnya. (art/drc)

T#g:budayagubsupariwisata
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Jan 2017 00:04

    Erry Apresiasi Bupati Langkat Tetap Lestarikan Adat Budaya Melayu

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat para pendahulunya. Dan hal tersebut telah dilakukan Bupati Langkat Ngogesa yang juga turut melestarikan adat budaya.

  • Selasa, 17 Jan 2017 01:29

    Ajib Shah Cs Akan Hadir di Pengadilan Tipikor Medan Untuk Bersaksi

    Saksi yang akan dihadirkan KPK adalah ‎Ajib Shah, Chaidir Ritonga, dan Kamaluddin Harahap. Ketiga saksi merupakan tahanan KPK dengan kasus yang sama.

  • Sabtu, 14 Jan 2017 16:40

    Gubernur Sumut: Ummat Islam Harus Selalu Mencontoh Sikap dan Prilaku Nabi Muhammad

    Ketauladan yang telah dicontohkan Rasulullah dan amalan kepada Allah SWT karena sebagai hamba yang senantiasa harus mengabdikan diri kepada-Nya, harus kita contoh.

  • Jumat, 13 Jan 2017 23:38

    60 Pejabat Eselon III Dilantik dan Dikukuhkan: Raja Indra Saleh Sekretaris BPKAD Provsu

    Pelantikan dan pengukuhan ini dilakukan untuk yang kedua kalinya setelah PP 18 Tahun 2016 diperdakan oleh Pemprov Sumut.

  • Jumat, 13 Jan 2017 00:33

    Gubernur Sumut Dukung Rakernas Persaudaraan Haji di Sumatera Utara

    IPHI Sumut cukup potensial jika melakukan kegiatan ekonomi Syariah.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir