• Home
  • Ekonomi
  • Menko Darmin Nolak Berkomentar, Tapi Pasang Badan Atas Pernyataan Jokowi
Bank Sumut

Kenaikan Tarif PNBP

Menko Darmin Nolak Berkomentar, Tapi Pasang Badan Atas Pernyataan Jokowi

Oleh: Admin
Sabtu, 07 Jan 2017 16:43
Dibaca: 156 kali
istimewa
Darmin Nasution.
DINAMIKARAKYATCOM - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pasang badan untuk meluruskan pernyataannya yang dikutip sejumlah media terkait komentar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Darmin mengatakan banyak media menulis bahwa dirinya mengatakan Presiden Jokowi keberatan dengan kenaikan PNBP yang besarannya mencapai tiga kali lipat karena sangat memberatkan rakyat. "Saya merasa perlu meluruskan pemberitaan ini," ucapnya di Surabaya, Sabtu (7/1/2017).

Ia mengatakan pernyataannya itu ditafsirkan dan dikembangkan dengan sangat berlebihan oleh wartawan yang mewawancarainya.

"Memang saya dimintai komentar oleh wartawan terkait kenaikan PNBP, tapi saya sudah menolak untuk berkomentar," katanya.

Darmin memberikan gambaran ketika itu dirinya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, ditanyai wartawan pada hari pertama pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan PNBP.

Kebetulan pada hari yang sama Presiden Joko Widodo baru saja menggelar Sidang Kabinet yang dihadiri para menteri di Istana Bogor.

Setelah menolak berkomentar, lanjut Darwin, kemudian wartawan bertanya, apakah Presiden Joko Widodo pernah berpesan tentang kenaikan PNBP.

"Nah, kalau soal pesan Presiden yang ditanyakan ini, saya jawab memang pernah ada, yaitu Presiden berpesan agar kenaikannya tidak terlalu tinggi yang membebani rakyat," ujarnya.

Namun, menurutnya pesan yang disampaikannya kepada wartawan disampaikan Presiden jauh hari sebelum PNBP ditetapkan naik. Maksudnya, bukan pesan yang disampaikan Presiden pada waktu Sidang Kabinet di Istana Bogor.

"Jadi waktu itu saya hanya menjelaskan secara umum bagaimana Presiden memberi pengerahan terkait kenaikan PNBP, yaitu beliau berpesan kalau tarif menyangkut rakyat banyak janganlah dinaikkan tinggi-tinggi," jelasnya.

"Tapi ditafsirkan lain oleh wartawan, yaitu diberitakan Presiden menyatakan itu di Istana Bogor, dikembangkan seolah Presiden mengomentari lagi kenapa naik," ungkapnya.

Karenanya, ia merasa perlu meluruskan pemberitaan ini. Darwin menambahkan pada saat itu dirinya menolak berkomentar terkait kenaikan PNBP karena belum tahu kenaikannya berapa.

"Sampai sekarang pun saya juga tidak mau berkomentar soal kenaikan PNBP. Saya hanya ingin meluruskan pemberitaan terkait pernyataan saya soal komentar Pak Presiden itu," tegasnya. (antara)
T#g:darmin nasutionJokowipnbp
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 16:34

    Seperti Nusron Wahid, Politikus PDIP: Hanya pak SBY dan Tuhan YME yang tau maksud cuitannya

    Ia juga heran, siapa pihak yang berkuasa menyebarkan fitnah dan berita hoax seperti dimaksud SBY.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 16:21

    Wakil Ketua Komisi III: Pak SBY tidak menyinggung siapa-siapa

    Pak SBY tidak menyinggung siapa-siapa, tapi itu sebagai bentuk kepeduliannya kepada bangsa terhadap berita-berita hoax.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 15:28

    Menjawab Keresahan Bangsa, Diskusi Forum Kebangsaan Hasilkan 11 Petisi Untuk Jokowi

    Diskusi yang dilaksanakan untuk menjawab keresahan ormas dan lembaga terhadap permasalahan bangsa.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 00:59

    Sindir SBY, Politisi Hanura Bela Jokowi

    Dulu presidennya Pak SBY dengan segala kelebihan dan kekurangan. Sekarang Pak Jokowi dengan segala kelebihan dan kekurangannya pula.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir