• Home
  • Ekonomi
  • Menguat, Desakan Pemerintah Berlakukan Moratorium Ekspor Kelapa Mentah
Bank Sumut

Menguat, Desakan Pemerintah Berlakukan Moratorium Ekspor Kelapa Mentah

Minggu, 18 Des 2016 23:18
Dibaca: 97 kali
Net
Ilustrasi.

DINAMIKARAKYATCOM - Kenaikan neraca perdagangan Indonesia pada November 2016 lalu membuktikan strategi perekonomian Indonesia sudah berjalan diarah yang tepat.

Hal tersebut diungkapkan Peneliti Network of Market Investor (NMI) Institut Reagy Sukmana. Namun ia mengharapkan pemerintah secepatnya membenahi sektor perdagangan, seperti moratorium ekspor raw material.

"Contohnya ekspor bahan mentah buah kelapa yang saat ini cukup tinggi. Ini amat kita sesalkan karena hanya memberikan kontribusi minim kepada negara," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (18/12/2016).


Menurutnya, seharusnya bahan baku mentah diolah di dalam negeri agar memberikan nilai tambah, seperti penyerapan tenaga kerja dan penerimaan pajak. Dengan pengetatan ekspor bahan baku mentah, diharapkan akan berpengaruh terhadap kualitas ekspor Indonesia.

"Ini agar melindungi pasokan kelapa untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri supaya tidak berkurang. Pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan yag melindungi industri pengolahan kelapa," tambahnya.

Berdasarkan catatan, saat ini produksi kelapa Indonesia mencapai 12 miliar butir per tahun dan kebutuhan mencapai 14 miliar butir per tahun. Dalam kurun waktu 2015, ekspor kelapa bulat atau utuh mencapai 3,5 miliar butir atau senilai USD0,8 miliar.


Mengingat Indonesia merupakan penghasil kelapa nomor dua di dunia setelah Filipina, volume ekspor kelapa bulat diprediksi akan terus meningkat seiring tingginya permintaan kelapa.

Salah satu perusahaan pengolahan kelapa yang menjadi eksportir briket tempurung kelapa menuturkan hal senada.

"Pemerintah diharapkan mendukung industri dalam negeri, karena kami membuat produk olahan kelapa yang bernilai tambah tinggi. Dengan olahan di dalam negeri, maka multiplier effect seperti pemberdayaan masyarakat untuk bekerja di pabrik dan turunan lainnya, akan tercapai. Kalau hanya ekspor mentah, takkan ada nilai tambah," ujar Direktur PT Platinum Perkasa Indonesia (PPI) Mahmudi saat dihubungi terpisah.


Platinum Perkasa Indonesia (PPI) merupakan eksportir briket arang kelapa yang saat ini agresif mengembangkan bisnisnya. Beberapa waktu lalu, Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) perusahaan Private Equity asal Indonesia menyuntikkan dana invetasi ke PPI, sehingga eksportir ini mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar ekspor.

Data HIPKI (Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia) menyebutkan Thailand hanya mengimpor 100.000 butir kelapa bulat dari Indonesia, namun dalam beberapa bulan terakhir Negeri Gajah Putih itu sudah mengimpor 38 juta butir kelapa.

"Jika tidak dikendalikan, negara lain yang akan menikmati nilai tambah, sedangkan industri di dalam negeri kekurangan bahan baku. Kami berharap pemerintah memberlakukan moratorium ekspor buah kelapa yang belum diolah. Filipina juga sudah melarang total," tutup Mahmudi. (art/drc)

T#g:eksporJokowikelapa
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Jan 2017 18:50

    Dana Desa di Sumatera Utara Berbau Korupsi, Contohnya di Kabupaten Padang Lawas

    Warga desa menyesalkan hasil pembangunan jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 3 meter, yang dikerjakan oleh pihak luar.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 16:34

    Seperti Nusron Wahid, Politikus PDIP: Hanya pak SBY dan Tuhan YME yang tau maksud cuitannya

    Ia juga heran, siapa pihak yang berkuasa menyebarkan fitnah dan berita hoax seperti dimaksud SBY.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 16:21

    Wakil Ketua Komisi III: Pak SBY tidak menyinggung siapa-siapa

    Pak SBY tidak menyinggung siapa-siapa, tapi itu sebagai bentuk kepeduliannya kepada bangsa terhadap berita-berita hoax.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 15:28

    Menjawab Keresahan Bangsa, Diskusi Forum Kebangsaan Hasilkan 11 Petisi Untuk Jokowi

    Diskusi yang dilaksanakan untuk menjawab keresahan ormas dan lembaga terhadap permasalahan bangsa.

  • Sabtu, 21 Jan 2017 00:59

    Sindir SBY, Politisi Hanura Bela Jokowi

    Dulu presidennya Pak SBY dengan segala kelebihan dan kekurangan. Sekarang Pak Jokowi dengan segala kelebihan dan kekurangannya pula.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir