• Home
  • Ekonomi
  • Catatan Kemenperin: Industri Batik Meningkat 25,7 Persen
Bank Sumut

Catatan Kemenperin: Industri Batik Meningkat 25,7 Persen

Oleh: Admin
Senin, 09 Jan 2017 00:18
Dibaca: 97 kali
Net
Ilustrasi.
DINAMIKARAKYATCOM - Dirjen IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan industri batik berperan penting memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri.

Catatan Kemenperin, ekspor batik dan produk batik pada 2015 mencapai 178 juta dolar AS atau meningkat 25,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun pasar ekspor utama batik Indonesia, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Dalam upaya mendorong pengembangan daya saing industri batik nasional, Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin telah melakukan berbagai program strategis yang meliputi bimbingan teknis dan pendampingan tenaga ahli, pemberian mesin dan peralatan, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi pameran.

"Sampai tahun 2015, jumlah IKM yang mendapat fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan sebanyak 25 perusahaan dengan total potongan harga mencapai Rp2,68 miliar," tutur Gati dalam kunjungan kerja ke Pekalongan, lewat siaran pers, Minggu (8/1/2017).

Untuk memperluas pemasaran, Kemenperin tengah mengembangkan program e-Smart IKM yang memanfaatkan teknologi informasi.

Gati menjelaskan melalui program ini, IKM dapat memasarkan produknya melalui marketplace yang ada sehingga semua konsumen dapat mengaksesnya dan IKM mendapatkan pasar yang lebih luas.

Data BPS tahun 2016 menunjukkan, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Kota Pekalongan berdasarkan harga berlaku sebesar 21,67 persen atau Rp1,5 triliun dengan laju pertumbuhan 6,23 persen.

Sedangkan, jumlah tenaga kerja di industri manufaktur mencapai 55.159 orang dan sebagian besarnya berkerja di industri batik.

Selanjutnya, data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan menunjukkan, jumlah IKM batik saat ini sebanyak 1.081 unit dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 12.937 orang. Terdapat empat sentra batik di Pekalongan, yaitu Kampung Batik Pesindon, Kauman, Jenggot dan Pasir Sari.

Produk batik yang dihasilkan berupa kain, sarung, pakaian, tas, perlengkapan sholat, dan home decoration. Nilai ekspor produk batik Kota Pekalongan mencapai USD 427 ribu tahun 2015. Produk batik Pekalongan sebagian besar dipasarkan ke Jakarta.

Sementara, pemilik Griya Batik Mas, Hisam Diputra mengatakan, usahanya di Desa Kauman telah menyerap tenaga kerja sebanyak 51 orang untuk memproduksi batik tulis, cap, serta kombinasi tulis dan cap.

Bahan baku yang digunakan, yakni kapas, sutera dan rayon. "Daerah pemasaran kami, meliputi Pekalongan, Jogjakarta, Cirebon, Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Padang, Medan, dan Riau," ujar Hisam. (republika)
T#g:batikindustrikemenperintka
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Jan 2017 17:14

    Banyak TKA Cina Ilegal di PLTU Paluh Kuro Belum Tersentuh Hukum

    Proyek PLTU tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2015. Dan salama medio 2016, DPRD Sumut khususnya Komisi D dan E telah berulang kali mendesak pihak imigrasi dan kepolisian untuk meindak, akan tetapi tidak juga dilakukan.

  • Minggu, 08 Jan 2017 23:39

    Pengamat: TKA Cina Harus Dievaluasi, Kalau Tidak Tenaga Kerja Lokal Marah

    Kehadiran TKA legal China itu tentu meresahkan tenaga kerja lokal karena mereka ditemukan bekerja sebagai pengelas maupun pertukangan bangunan.

  • Kamis, 05 Jan 2017 23:26

    BNN Periksa Narkoba 3 Warga Cina Ilegal Pembuat Batubata

    Ketiganya bekerja di sebuah pabrik pembuatan batubata di Kampung Cipicung, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

  • Kamis, 05 Jan 2017 23:14

    Ratusan Ribu TKA Cina Ilegal Tersebar di 20 Provinsi

    Mereka bekerja di empat sektor, yakni PLTU, pengolahan tambang (smelter), pariwisata dan hiburan.

  • Kamis, 29 Sep 2016 23:25

    Rita Maharani Apresiasi IWAPI Populerkan Batik Medan

    DINAMIKARAKYATCOM - Dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Kota Medan terus melakukan pembinaan terhadap sektor UMKM, salah satunya di bidang kerajinan batik. Pembinaan ini dilakukan dalam rangk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 dinamikarakyat.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir