Stop Pukat

  • Home
  • Ekonomi
  • Bisnis Briket Kelapa Miliki Potensi Pertumbuhan
Bank Sumut
Selasa, 18 Oktober 2016 | 21:19:12

Bisnis Briket Kelapa Miliki Potensi Pertumbuhan

Net
Ilustrasi.
Share

DINAMIKARAKYATCOM - Bisnis briket kelapa untuk kebutuhan ekspor menarik minat perusahaan private equity asal Indonesia, PT Investa Stellar Dana Kelola (ISDK). ISDK mengakuisisi sebagian saham sebuah perusahaan pengekspor briket kelapa.

Menurut Direktur ISDK Jhon Veter, briket kelapa merupakan bisnis energi terbarukan yang memiliki potensi pertumbuhan yang bagus.

"Saat ini energi fosil sudah banyak ditinggalkan. Briket kelapa bahan bakunya seratus persen lokal dan permintaan pasar luar negeri cukup bagus," ujarnya dalam keterangan pers diterima wartawan, Selasa(18/10/2016).



Jhon Veter menuturkan, sebelum ISDK berinvestasi di perusahaan pengekspor briket kelapa, perusahaan ini mengirimkan dua kontainer per bulannya untuk memenuhi permintaan dari pasar Timur Tengah dan Eropa.

Saat ini ISDK telah mampu mengirimkan 10 kontainer setiap bulannya. Ada pun satu kontainer berisi sekitar 20 ton briket kelapa.

ISDK melakukan mekanisasi dengan menambah mesin untuk optimalisasi produksi dan melakukan Standar Operational Procedure (SOP) untuk produksi dan pengiriman. "Mulai dari produksi, pencampuran briket hingga proses oven, kita menggunakan mesin," terangnya.

Sedangkan pabrik pembuatan briket kelapa ada di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat. Di lahan seluas 1,5 hektar tersebut, bahan-bahan baku yang dikirim dari Gorontalo, Bondowoso, Bengkulu dan daerah lainnya masih berupa arang. Di Cikunir, arang diproses menjadi briket, dikemas dan siap kirim.

"Ada juga permintaan ekspor ke pasar Jepang, saat ini kami sedang mempelajarinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat terealisir," ujarnya.



John memaparkan keunggulan briket kelapa yang di antaranya memiliki kandungan kalori yang tinggi dan debu yang lebih sedikit dibanding batubara.

Saat ini permintaan briket kelapa dari pasar nasional terbilang minim, hanya kurang dari sepuluh persen yang diproduksi dan dipasarkan ke pasar lokal.

Direktur ISDK ini optimis dengan pertumbuhan energi terbarukan karena energi fosil sudah ditinggalkan banyak orang.

"Kita harus mengoptimalisasi sumber daya alam Indonesia dan memberikan nilai tambah, tidak sekadar mengekspor bahan mentah keluar negeri. Dengan begitu, Indonesia juga mendapatkan banyak benefit," tutupnya. (art/drc)

Terkait Lainnya
  • satu bulan lalu

    Hingga September, OJK Temukan 47 Investasi Mencurigakan

    DINAMIKARAKYATCOM - Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan, hingga September 2016, ditemukan 47 penawaran investasi mencurigakan

  • satu bulan lalu

    Kadin: Banyak Pekerja Cina Level Bawah Masuk Indonesia

    DINAMIKARAKYATCOM - Banyaknya tumbuh investasi dari Cina ternyata berdampak pada meningkatnya pekerja asing dari negara tersebut, baik pekerja legal maupun ileg

  • 2 bulan lalu

    "Berharap Investasi Tumbuh Berkembang di Sumut"

    DINAMIKARAKYATCOM - Seluruh stakeholder diminta untuk mendukung investasi di Sumatera Utara, sebagai motor penggerak perekonomian. Jaminan keamanan berinvestasi

  • 2 bulan lalu

    Baru 6 Perusahaan di Sumut Manfaatkan Pasar Modal, Antaranya Bank Sumut

    DINAMIKARAKYATCOM - Pengusaha di Sumatera Utara diharapkan mampu memanfaatkan pasar modal (bursa efek) untuk mendukung pemerintah daerah dalam membangun infrast

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2016 Dinamika Rakyat. All Rights Reserved